Pilkada Jabar 2024

Kata Pengamat Unpar Soal PDIP Usung Jeje Wiradinata dan Ronal Surapraja di Pilkada Jabar 2024

Pengamat Politik dari Universitas Katolik Parahyangan Bandung, Kristian Widya Wicaksono menganalisis soal PDIP usung Jeje dan Ronal.

Istimewa
Pengamat Politik Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Kristian Widya Wicaksono bicara soal PDIP usung Jeje dan Ronal di Pilkada Jabar 2024. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pengamat Politik dari Universitas Katolik Parahyangan Bandung, Kristian Widya Wicaksono menilai dua nama yang dipasangkan sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur Jawa Barat dari PDIP di luar dugaan publik, yakni Jeje Wiradinata dan Ronal Surapraja.

Kristian menyebut dua nama itu tak masuk dalam nama-nama yang beredar jauh-jauh hari, seperti Susi Pudjiastuti, Sandiaga Uno, dan tentunya Ono Surono

Apalagi, nama terakhir bahkan sudah bekerja cukup intens untuk mengampanyekan dirinya maju dalam Pilkada Jabar 2024.

Baca juga: Anies Baswedan Sempat Setuju Maju di Pilkada Jabar Via PDIP,  Ono Surono Ungkap Ada yang Cawe-cawe

"Minimal yang mudah diamati adalah sebaran pemasangan banner dan gencarnya kampanye di medsos. Terakhir, bahkan PDI-P dan PKB sudah sempat berdeklarasi untuk memasangkan Ono Surono dan Acep Adang Ruhiyat. 

"Namun, menjelang pendaftaran ke KPUD, koalisi ini pecah kongsi dan Acep Adang Ruhiyat memilih Gita KDI menjadi pasangannya dalam Pilkada Jabar serta sudah mendaftarkan diri lebih dahulu," ujarnya, Jumat (30/8/2024) saat dihubungi.

Dia pun mencatat ada dua hal penting dari dinamika ini, yakni Pilkada kali ini terutama setelah KPU memutuskan untuk mengacu pada keputusan MK, terlihat bahwa PDIP konsisten dan percaya diri untuk mengusulkan pasangan calon dari kadernya sendiri. 

Itu terlihat pada Pilkada Jakarta, Jatim, dan Jateng meskipun berbeda ceritanya dengan Banten. 

Ketua DPD PDI Perjuangan Jabar Ono Surono memimpin rombongan dari kantor DPD PDIP Jabar ke Kantor KPU Jabar di Kota Bandung yang jaraknya sekitar 300 meter, Kamis (29/8/2024) malam.
Ketua DPD PDI Perjuangan Jabar Ono Surono memimpin rombongan dari kantor DPD PDIP Jabar ke Kantor KPU Jabar di Kota Bandung yang jaraknya sekitar 300 meter, Kamis (29/8/2024) malam. (TRIBUNJABAR.ID)

"Catatan saya yang kedua, untuk konteks Jawa Barat PDIP berani mengambil risiko yang cukup besar dalam pencalonan Jeje dan Ronal karena mereka tidak terlihat masif memasarkan diri untuk menjadi cagub. 

"Ronal  justru aktif memasarkan dirinya sebagai calon wali kota Bandung. Tentu membuahkan konsekuensi bahwa para calon dan PDIP harus bekerja cukup intensif untuk mengangkat elektabilitas Jeje-Ronal agar bisa terpilih dalan Pilkada serentak," ujarnya.

Selain itu di sisi lain, katanya, pasangan Syaikhu dan Ilham memiliki karakteristik yang hampir mirip. Tapi, nama Syaikhu pernah berkompetisi pada Pilkada Jabar sebelumnya sedangkan Ilham, memang semenjak awal sudah disosialisasikan oleh NasDem untuk maju dalam Pilgub Jabar. 

"Kerja politik pasangan Syaikhu-Ilham terbilang lebih ringan dibandingkan pasangan Jeje-Ronal. Meskipun, kami bisa mengatakan bahwa pasangan Jeje-Ronal cukup prospektif karena Jeje memiliki basis dukungan massa yang cukup kuat di kawasan selatan Jawa Barat, khususnya Ciamis dan Pangandaran karena sebelumnya pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Ciamis dan Bupati Pangandaran," kata Kristian.

Jeje Wiradinata (paling kiri) mengangkat map merah untuk pendaftaran bersama Ono Surono yang bertepuk tangan dan disaksikan Ketua KPU Jabar Ummi Wahyuni di KPU Jabar, Jumat (30/8/2024).
Jeje Wiradinata (paling kiri) mengangkat map merah untuk pendaftaran bersama Ono Surono yang bertepuk tangan dan disaksikan Ketua KPU Jabar Ummi Wahyuni di KPU Jabar, Jumat (30/8/2024). (TRIBUNJABAR.ID)

Artinya, nama Jeje bisa dijual sebagai tokoh yang punya jam terbang tinggi bekerja dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah dan kompeten dalam menggerakan birokrasi sebagai mesin kerja pemerintah. Sementara Ronal, merupakan artis nasional yang sudah cukup populer. 

Kombinasi kedua tokoh ini yang didukung dengan partai besar pemenang pemilu nasional 2024, tentunya cukup membawa rasa optimisme untuk setidaknya menjadi kandidat yang kompetitif dalam Pilkada Jabar. (*)

Artikel TribunJabar.id lainnya bisa disimak di GoogleNews.

IKUTI CHANNEL WhatsApp TribunJabar.id untuk mendapatkan berita-berita terkini via WA: KLIK DI SINI

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved