Hadapi HUT RI dan Pilkada Serentak 2024, Kominda Jabar Minta Seluruh Aparat Intelijen untuk Waspada
isu IKN sering digunakan sebagai alat oleh mereka yang ingin menciptakan ketidakstabilan dan ingin memecah belah masyarakat.
Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ketua Komite Intelijen Daerah (Kominda) Jawa Barat, Brigjen TNI Raden Toto Oktaviana meminta seluruh aparat intelijen di Jabar untuk tetap waspada menjelang perayaan HUT ke 79 RI.
Hal itu dia ungkap setelah memimpin rapat Kominda Jabar, Jumat (16/8/2024). Menurutnya, penting semua unsur intelijen membuka mata dan telinga menghadapi berbagai ancaman yang berpotensi menganggu stabilitas perayaan kemerdekaan dan proses Pilkada serentak 2024.
"Harus waspadai indikasi kelompok-kelompok tertentu yang berusaha mengganggu perayaan kemerdekaan dengan menyebarkan isu-isu yang menyudutkan pemerintah, utamanya soal pemindahan Ibukota negara," ujarnya.
Pasalnya, lanjut Brigjen TNI Raden Toto, isu IKN sering digunakan sebagai alat oleh mereka yang ingin menciptakan ketidakstabilan dan ingin memecah belah masyarakat.
"Banyak kelompok yang ingin berusaha menjadikan perayaan HUT RI sebagai momentum untuk menggoyang kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Aparat intelijen harus peka terhadap indikasi ini dan tidak boleh lengah," ucapnya.
Baca juga: Pemilih Pilkada Kota Bandung 2024 Didominasi Milenial, Pemilih Pemula Terbanyak di Babakan Ciparay
Brigjen TNI Raden Toto juga menekankan pentingnya menjaga kondusivitas menjelang Pilkada serentak 2024. Tahapan Pilkada yang sudah berjalan, katanya, harus dijaga agar tetap aman dan lancar, terutama dengan memperhatikan dinamika yang berkembang di media sosial.
"Media sosial menjadi salah satu arena yang rawan memicu gesekan antarpendukung. Isu-isu yang sensitif bisa cepat menyebar dan membakar emosi masyarakat jika tidak diawasi dengan baik," ujarnya.
Selain itu, aparat keamanan (Apkam) diperingatkan untuk bersikap bijak dan profesional dalam menghadapi berbagai provokasi yang mungkin muncul. Netralitas dan kemampuan meredam potensi konflik, lanjutnya, menjadi kunci guna menjaga situasi agar tetap kondusif.
"Jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan suasana untuk memperkeruh keadaan. Tugas kami memastikan bahwa situasi tetap terkendali dan tidak ada insiden yang bisa membesar," katanya.
Disinggung soal kerawanan tahapan Pilkada, Brigjen Raden Toto menyoroti juga potensi penggunaan tempat ibadah sebagai sarana kampanye oleh peserta Pilkada. Dia menegaskan tempat ibadah harus dijaga netralitasnya agar tidak dimanfaatkan untuk kepentingan politik yang dapat memicu konflik sosial.
"Kami harus waspada terhadap segala potensi yang bisa mengganggu kerukunan dan persatuan masyarakat," ucapnya.
Kominda Jabar telah melakukan pemetaan terhadap berbagai potensi ancaman yang ada dan berkoordinasi dengan semua pihak terkait untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk. Semua temuan dan hasil pemantauan intelijen ini, kata Kominda, telah disampaikan kepada penyelenggara pemilu dan pemerintah daerah sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan.
"Stabilitas keamanan di Jabar merupakan prioritas utama, terutama menjelang Pilkada dan perayaan HUT Kemerdekaan. Kami harus memastikan bahwa perayaan HUT RI dan Pilkada Serentak 2024 di Jawa Barat berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif. Semua pihak harus bersinergi dan berkomitmen untuk menjaga keamanan serta mencegah potensi kerawanan. Semoga lewat koordinasi dan kesiapsiagaan yang baik, situasi di Jabar tetap kondusif, sehingga perayaan kemerdekaan dapat berjalan meriah tanpa gangguan, dan tahapan Pilkada dapat terlaksana sesuai dengan prinsip demokrasi yang jujur dan adil," ujarnya.(*)
| Pakar Soroti Sistem Pemilihan Kepala Daerah Tak Langsung: Biaya hingga Mandat Politik |
|
|---|
| Legislator PDI Perjuangan Angie Natesha Goenadi Tolak Rencana Pilkada Tidak Langsung |
|
|---|
| Anggota DPRD Jabar Syahrir Soal Pilkada Melalui DPRD: Lebih Efisien dan Kurangi Biaya Politik |
|
|---|
| Jejak Pilkada Inklusif di Karawang, Demokrasi yang Tak Meninggalkan Siapa Pun |
|
|---|
| Efektivitas Penggunaan Perangkat Intelijen Bernilai Triliunan Rupiah Dipertanyakan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/rapat-Kominda-Jabar-Jumat-1682024.jpg)