Sabtu, 11 April 2026

 PPI Jawa Barat Kecam Paskibraka Nasional Lepas Jilbab, Minta BPIP Minta Maaf Secara Terbuka

Fajar Arif Budiman mengecam keras kebijakan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang mengatur Paskibraka Nasional perempuan melepas jilbab.

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Giri
Tribun Jabar/Kiki Andriana
Ketua Pengurus Provinsi Purna-Paskibraka Indonesia (PPI) Jawa Barat, Fajar Arif Budiman. 

Laporan Kontributor TribunJabar.id, Kiki Andriana dari Sumedang

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Ketua Pengurus Provinsi Purna-Paskibraka Indonesia (PPI) Jawa Barat, Fajar Arif Budiman, mengecam keras kebijakan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang mengatur Paskibraka Nasional perempuan melepas jilbab

Kejadian melepas jilbab itu saat Paskibraka Nasional dikukuhkan oleh Presiden Joko Widodo di IKN Nusantara, Kalimantan Timur.

Banyak pihak yang kecewa dengan hal itu.

Sofia Sahla asal Sumedang yang menjadi anggota Paskibraka Nasional itu tak luput dari lepas jilbab itu. Teman, guru, maupun orang tua Sofia Sahla kecewa. 

"Kami mengecam keras kepada panitia penyelenggara program pasukan pengibar bendera. Itu telah melanggar nilai-nilai Pancasila, terutama nilai sila pertama, melanggar UUD 45, dan mencederai perasaan seluruh umat muslim di Indonesia," kata Fajar kepada wartawan di Kantor Pusat Pemerintahan Sumedang, Kamis (15/8/2024) petang. 

Baca juga: Sosok Yudian Wahyudi Kepala BPIP Tuai Kritik usai Anggota Paskibraka Lepas Jilbab, Kini Minta Maaf

Yang menjadi ironi, kata Fajar, pelanggaran tersebut terjadi dalam kegiatan Paskibraka tingkat nasional yang pelaksanaannya di bawah naungan BPIP.

"Oleh karena itu kami menuntut permohonan maaf secara terbuka dari pihak BPIP terhadap masyarakat Indonesia. Kedua, pernyataan dari BPIP menjamin bahwa pelaksanaan pengibaran dan penurunan duplikat bendera pusaka pada 17 Agustus 2024, anggota Paskibraka putri tetap mengenakan hijab," ucap Fajar.

Baca juga: Tahun Kemarin Boleh, Wali Kelas Sofia Sahla di Sumedang Sayangkan Paskibraka Dilepas Jilbab

Selain itu, juga memohon kepada Presiden Joko Widodo untuk melakukan evaluasi menyeluruh kepada penyelenggara Paskibraka tinggkat nasional.

"Dan mengusut tuntas terjadinya pelepasan hijab saat pengukuhan," katanya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved