Berita Viral

Viral Sekolah Ditutup Warga karena Tolak Bayar Iuran RW Rp140 Juta di Surabaya, Alasannya Buat Macet

Video perseteruan sekolah ditutup warga karena menolak bayar iuran RW sebesar Rp140 juta di Surabaya, Jawa Timur, beredar viral di media sosial.

Penulis: Rheina Sukmawati | Editor: Rheina Sukmawati
TikTok @cakj1
Video perseteruan sekolah ditutup warga karena menolak bayar iuran RW sebesar Rp140 juta di Surabaya, Jawa Timur, beredar viral di media sosial. 

TRIBUNJABAR.ID - Video perseteruan sekolah ditutup warga karena menolak bayar iuran RW sebesar Rp140 juta di Surabaya, Jawa Timur, beredar viral di media sosial.

Video perseteruan sekolah dengan warga itu terekam salah satunya melalui akun TikTok Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, @cakj1.

Dalam video tersebut, Armuji mendatangi lokasi sekolah yang ditutup warga tersebut.

Pihak sekolah menjelaskan kepada Armuji bahwa kendaraan yang hendak ke sekolah tidak masuk ke sekolah.

Sementara, warga menutup sekolah dengan alasan membuat jalanan sekitarnya macet.

Padahal, kata pihak sekolah, jalanan yang ditutup itu adalah jalanan umum.

Selain itu, pihak sekolah juga menolak bayar iuran RW yang naik nilainya dari Rp25 juta menjadi Rp32 juta masing-masing ke 4 RW.

Pihak warga pun sempat naik emosinya karena tidak terima pihak sekolah yang enggan membayar iuran RW.

Baca juga: Viral Video Pemuda Ngamuk Ngaku Anggota BIN, Ada Wanit Memeluk untuk Melindungiya dari Amukan Massa

Hingga artikel ini ditulis, Jumat (2/7/2024), video viral itu telah dilihat sebanyak 10,5 juta kali.

Lantas, seperti apa peristiwa selengkapnya?

Awal Permasalahan

Armuji menuturkan, permasalahan bermula ketika pihak SMP di Jalan Manyar Tirtomulyo, Mulyorejo melaporkan terkait iuran RW setempat.

Pihak sekolah merasa keberatan karena harus bayar iuran masing-masing Rp35 juta ke empat RW yang berada di dekat bangunan.

Apalagi, ketika ditotal, sekolah itu harus membayar Rp140 juta yang dinilai terlalu besar.

"Awalnya (iurannya) Rp 25 juta, naik Rp 32 juta itu sekolah masih mau bayar. Dinaikin lagi jadi Rp 35 juta, sekolah enggak mau, keberatan," kata Armuji, dikutip dari Kompas.com, Rabu (31/7/2024).

Halaman
123
Sumber: Tribun health
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved