Kerangka Ibu dan Anak di Bandung Barat
Selain Death Note, Ada Pesan untuk Polisi di Dinding Rumah Ibu Indah, Diminta Cari Barang Ini
Tulisan kematian atau death note ini diduga kuat dibuat Ibu Indah dan Elia.
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Ravianto
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Ibu Indah Hayati dan putrinya, Elia Immanuel ternyata membuat tulisan kematian atau death note sebelum meninggal.
Tulisan kematian atau death note ini diduga kuat dibuat Ibu Indah dan Elia.
Keduanya diketahui ditemukan sudah menjadi kerangka di kasur rumah mereka yang terbengkalai di Kompleks Tanimulya Indah, RT 10/15, Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Polisi menemukan barang bukti yang menyita perhatian soal penemuan kerangka ibu dan anak di Kompleks Tanimulya Indah, RT 10/15, Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Barang bukti berupa tulisan yang diduga berisi curhatan ibu dan anak bernama Iguh Indah Hayati (55) dan Elia Immanuel (24) tersebut ditulis pada dinding di bagian ruang tamu dan kamar tempat mereka meninggal dunia.
Dari death note atau catatan kematian di tembok rumah itu mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di rumah tersebut selama Ibu Indah dan anaknya tinggal.
Permasalahan rumah tangga hingga biaya sekolah anak tertulis di dinding rumah.
Salah satu tulisan yang diduga dibuat Elia menunjukkan keinginan kuat korban untuk bersekolah.
'Aku mau sekolah. Katanya mau biayai aku sekolah. Tapi semua itu dusta. Catatan: Akan kubawa sampai mati semua janji manismu'.
Baca juga: Tim Forensik Masih Identifikasi Kerangka Ibu dan Anak di Bandung Barat, Pastikan Benar Indah & Elia
Tulisan lain yang diduga dibuat ibu Indah berbunyi 'Jikalau kau menikah lagi, aku harap kau jangan menyakiti istri ketiga mu nanti. Aku lihat kau sudah meminang istri baru lagi kan? Yang dari Ciamis yang photo bersamamu itu. Dipakang di FB Hendra Setiawan. Di kolom komentar tertulis mengingat karena kau pernah gagal menjalani hubungan pada istri ke 1 mu yang bernama Leony Maria Theressia'.
Tulisan lainnya yakni 'Aku minta rumah ini diwakafkan untuk masjid Tanimulya. Kalau Mudjoyo Tjandra tidak menyerahkan untuk didirikan mesjid di tempat ini, berarti sudah menjadi penjahat karena merebut hak saya dan warga Tanimulya untuk warga RT 10. Pak RT tolong tagih rumah ini dan harus jadi masjid atas kematian saya'.
Di tembok tengah rumah, tertulis curahan hati diduga dibuat Elia yang berbunyi 'Aku hanya minta uang sekolah tapi kau seperti itu. Katanya raihlah cita-citamu setinggi langit, tapi kau tidak dukung aku dengan biaya sekolah. Maafkan aku tidak bisa menjadi anak yang sempurna karena manusia tidak ada yang sempurna. Termasuk istrimu aja kau tinggalkan karena kau menuntut dia menjadi sangat sempurna. Tapi ketahuilah, hanya tuhan yang sempurna'.
"Tulisan-tulisan tangan itu sebagai bukti penunjang, ya. Kita nanti akan mencocokkan antara bukti yang ada di dalam tembok dengan tulisan di dalam buku," ujar Kapolres Cimahi AKBP Tri Suhartanto saat ditemui di lokasi, Selasa (30/7/2024).
Tulisan-tulisan tersebut diduga kuat curhatan atas masalah yang dialami oleh ibu dan anak tersebut.
Selain tulisan kematian, ada juga pesan untuk polisi.
| Update Temuan Kerangka Ibu dan Anak di Bandung Barat, Tim Absifor Ungkap Pesan Misterius di Dinding |
|
|---|
| Fakta Baru Penemuan Kerangka Ibu dan Anak di Bandung Barat, Ada Riwayat Pembelian Barang Terlarang |
|
|---|
| Polisi Gunakan Psikologi Forensik Ungkap Kematian Ibu-Anak yang Jadi Kerangka di Bandung Barat |
|
|---|
| Fakta Baru Temuan Kerangka Ibu dan Anak di Bandung Barat, Indah Sempat Jadi ART Usai Ditinggal Suami |
|
|---|
| Lanjut Uji DNA dan Toksikologi, Hasil Tes Forensik Kerangka Ibu dan Anak di Bandung Barat Terungkap |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/death-note-ibu-indah.jpg)