Website SMAN 1 Kota Sukabumi Diretas
Kepala SMAN 1 Kota Sukabumi Curiga Hal Ini yang Menyebabkan Situs Sekolah Diretas Jadi Judi Online
Website SMAN 1 Kota Sukabumi tersebut awalnya berisi profile sekolah, namun kemudian berubah tampilan menjadi iklan judi online (judol) pada Rabu (26/
Penulis: Dian Herdiansyah | Editor: Ravianto
"Mungkin khawatirnya ada tambahan informasi baru kaitan dengan kelulusan PPDB. Asalnya tidak lulus jadi lulus dan orang yang lulus tidak lulus. Itu bisa saja jadi modus orang yang mencari keuntungan," timpalnya.
Tantangan Baru Sekolah
Menanggapi terjadi peretasan terhadap website sekolah, Ceng Mamad mengangap sesuatu yang mengkhawatirkan sebagai guru sekaligus sebagai kepala sekolah.
Ini pun kata Mamad menjadi tantangan dunia pendidikan hari ini dan perlu dimasukan kedalam literasi digital sekolah.
"Kalau kemarin tentang literasi kekerasan, pornografi, porno aksi, narkoba, nah belum ada yang menyentuh judi online. Ini sangat meresahkan dan perlu kita jaga anak-anak kita khawatirnya juga mereka iseng-iseng, menikmatinya ini sangat bahaya," ungkap Mamad.
Menjadi Perhatian Serius
Ceng Mamad berendapat dengan munculnya fenemena nasional judi online. Apalagi dengan kejadian peretasan terhadap website dengan iklan judi online menjadi perhtian semua pihak.
"Ini menjadi perhatian serius berbagai pihak. Apalagi sampai menyasar ke website sekolah ini memprihatinkan dan membahayakan bagi siapa pun bagi yang mencobanya," kata Mamad.
"Intinya harus lebih hati-hati kepada semua pelajar dan menjadi kewaspadaan. Jangan coba-coba klik website berhubungan dengan judi online ini akan ketagihan dan terseret-seret. Judi candu sama seperti obat-obatan terlarang," terang Mamad.
Menurutnya sekolah harus teliti dan melakukan himbauan kepada semua pihak termasuk ke pihak orangtuanya.
"Bahkan sekali-kali perlu adanya sidak memeriksa handpone anak-anak. Sering buka gak itu judi online," tutupnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.