Rabu, 13 Mei 2026

Berita Viral

Viral Video Ular Piton Berkepala Dua Ditangkap Warga di Banyumas, Ini Penjelasan Polisi dan Ahli

Beredar sebuah video yang menunjukkan seekor ular piton disebut berkepala dua, viral di media sosial.

Tayang:
Instagram
Beredar sebuah video yang menunjukkan seekor ular piton disebut berkepala dua, viral di media sosial. 

TRIBUNJABAR.ID - Beredar sebuah video yang menunjukkan seekor ular piton disebut berkepala dua, viral di media sosial.

Ular piton berkepala dua itu disebut berada di Desa Rawaheng, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Video itu viral setelah diunggaha akun Instagram @banyumas24jam, Jumat (31/5/2024).

Baca juga: Sosok Suroto Pria yang Mengaku Pertama Kali Tolong Vina Cirebon dan Eki: Seperti Habis Disiksa

Dalam video tesebut terlihat seekor ular berukuran cukup besar disebut mempunyai dua kepala.

Dua kepala itu berada di kedua ujung ular tersebut.

“Ular Piton berkepala dua ditangkap warga di desa Rawaheng-Wangon. Fenomena Apakah ini lurs…wkwk,” bunyi keterangan dalam unggahan tersebut.

Penjelasan polisi

Kapolsek Wangon AKP Wawan Dwi Leksono mengonfirmasi penangkapan ular seperti dalam video viral tersebut.

“Betul, itu kejadiannya hari Senin (27/5/2024) sore sekitar jam 18.00 WIB,” ucap Wawan saat dihubungi, dikutip dari Kompas.com.

Akan tetapi, Wawan membantah bahwa ular yang berukuran sekitar dua meter tersebut mempunyai memiliki dua kepala seperti narasi yang beredar di media sosial.

Ia menjelaskan, sekilas ular piton itu memang terlihat seperti memiliki dua kepala saat ditemukan.

Sehingga warga sekitar pun berpikiran bahwa ular itu berkepala dua.

“Tapi itu bukan kepala dua. Itu dikira kepala ternyata buntut yang buntung menyerupai kepala," tuturnya.

Kronologi penemuan

Wawan mengatakan, kejadian itu berawal ketika seorang warga di desa tersebut kehilangan ayam bangskok beberapa hari sebelum penemuan ular itu.

Kemudian pada Senin (27/5/2024), ular piton itu ditemukan ketika berada di kandang ternak miliki warga bernama Susiono.

“Kemudian warga sekitar yang bernama Sumar berhasil menangkap ular tersebut,” ujar Wawan.
Takut membahayakan warga sekitar, diputuskan bahwa ular tersebut diberikan kepada seorang warga bernama Sumarno.

Saat ini, ular itu dipelihara oleh Sumarno di dalam sebuah kandang. Namun, ia mempersilakan jika ada warga atau pihak lain yang ingin mengambilnya.

"Silakan kalau ada yang pengin rawat, warga ini ikhlas, silakan diambil, damkar atau siapapun silakan," ungkap Wawan.

Penjelasan ahli

Ahli toksikologi ular, dr Tri Maharani menerangkan, ular itu menurutnya mempunyai kelainan anatomi seperti ekornya putus.

Kelaianan anatomi itu bisa terjadi lantaran proses embrionya ketika di dalam telur mengalami kecacatan.

Sehingga bentuk anatominya tidak sempurna pada normalnya.

Tak hanya itu, kelainan anatomi itu bisa terjadi ketika ular itu mengalami cedera saat masih bayi.

Lebih lanjut, Tri menerangkan bahwa penyebab utama ular memasuki pemukiman warga karena adanya makanan.

"Brain (otak)-nya reptil adalah food," kata Tri saat dihubungi, Rabu (5/6/2024). Makanan ular tersebut bisa berupa seperti tikus, katak, serta unggas seperti ayam dan burung.

Sementara lingkungan yang lembap atau basah menjadikannya tempat yang cocok bagi ular untuk bersarang.

Oleh karena itu, Tri mengimbau untuk selalu mengecek secara rutin lingkungan sekitar tempat tinggal agar tidak ada ular besarang dan merugikan bagi pemiliki rumah atau ternak.

"Bersihkan secara berkala sehingga tidak ada makanan ular yaitu tikus, katak, atau ular (berukuran lebih) kecil-kecil lain," jelas Tri.

Baca berita Tribun Jabar lainnya di GoogleNews.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved