Selasa, 21 April 2026

Ibadah Haji 2024

Hari Ini Kloter Pertama Jemaah Haji Berangkat, Ace Hasan Paparkan Sejumlah Perbaikan Pelayanan

Ace mengatakan, dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 1445 H/2024 M ini, terdapat sejumlah perbedaan mulai jumlah jemaah hingga kondisi di Arab.

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Hermawan Aksan
Istimewa
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Tubagus Ace Hasan Syadzily, didampingi Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, dan pejabat lainnya saat pelepasan jemaah haji kloter pertama Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG 01) dan Jakarta Pondok Gede (JKG 02)/Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS 02) Tahun 1445/2024 di Ruang VIV Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Minggu (12/5/2024). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ratusan orang jemaah haji Indonesia kloter pertama telah diberangkatkan menuju Tanah Suci.

Pelepasan jemaah haji kloter pertama Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG 01) dan Jakarta Pondok Gede (JKG 02)/Embarkasi Jakarta Bekasi (JKS 02) Tahun 1445/2024 berlangsung di Ruang VIV Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Mereka dilepas langsung oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Tubagus Ace Hasan Syadzily, didampingi Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, dan pejabat lainnya.

Ace mengatakan, dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 1445 H/2024 M ini, terdapat sejumlah perbedaan mulai dari jumlah jemaah, kondisi di Arab Saudi, dan beberapa perubahan kebijakan penyelenggaraan ibadah haji.

Untuk tahun ini, kata dia, total ada 241 ribu orang jemaah yang diberangkatkan ke Tanah Suci.

Jumlah tersebut merupakan yang terbesar sepanjang sejarah haji Indonesia.

Dari 241 ribu calon haji itu, kata dia, 221 ribunya merupakan kuota normal dan 20 ribu kuota tambahan yang terbagi dalam alokasi kuota Haji Reguler sebanyak 213.320 orang dan kuota Haji Khusus sebanyak 27.680 orang.

Menurutnya, pihaknya bersama Kementerian Agama telah melakukan beberapa perbaikan pelayanan bagi jemaah haji dan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2024 M/1445 H.

Salah satunya layanan fast track di bandara yang sangat memudahkan jemaah saat memasuki Arab Saudi.

"Biasanya jemaah seperti tahun-tahun sebelumnya, jika tidak digunakan fas track proses imigrasi harus menunggu 4 sampai 5 jam saat sampai di Arab Saudi. Sekarang begitu turun dari pesawat bisa langsung menuju bus mereka masing-masing," ujar Ace, Minggu (12/5/2024).

Selain itu, kata dia, pihaknya juga ingin memastikan, terkait tercapainya kualitas pelayanan, pembinaan, dan perlindungan terhadap jemaah haji yang optimal sejak sebelum, pada saat, dan setelah pelaksanaan penyelenggaraan ibadah haji.

Kedua, kata dia, mengintensifkan bimbingan manasik haji dan bimbingan penggunaan fasilitas di asrama haji, di pesawat, dan fasilitas di Arab Saudi. Ketiga, mengurangi jumlah lama masa tinggal jemaah haji di Arab Saudi menjadi 41 hari.

Keempat, kata Ace, pelayanan katering di Madinah sebanyak 27 kali dan di Mekkah sebanyak 84 kali, termasuk pada hari menjelang dan setelah Armuzna.

"Kelima, menu katering untuk jemaah haji harus bercita rasa Nusantara dan dioptimalkan secara sungguh-sungguh berbahan baku serta juru masaknya berasal dari Indonesia,” katanya.

Ace juga meninformasikan bahwa Arab Saudi saat ini memiliki perbedaan kebijakan dengan tahun sebelumnya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved