Minggu, 19 April 2026

Mayapada Hospital Bandung Berhasil Tangani Bayi yang Lahir dengan 8 Jari

Kelainan bawaan lahir (kongenital) ini paling sering terjadi pada tangan dan biasanya hanya terjadi pada satu sisi

|
Editor: Siti Fatimah
shutterstock
Illustrasi kaki bayi. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kondisi bayi yang lahir dengan 6 jari atau lebih, baik di tangan atau kaki, dinamakan Polidaktili. Biasanya, jari tambahan tumbuh secara abnormal dan berukuran lebih kecil. Kelainan bawaan lahir (kongenital) ini paling sering terjadi pada tangan dan biasanya hanya terjadi pada satu sisi, namun bisa juga terjadi pada kaki atau kedua sisi.

Jari tambahan ini dapat terletak pada sisi luar (kelingking), sisi dalam (ibu jari), maupun sentral di antara jari-jari lainnya.

Kasus polidaktili belum lama ini ditemukan di Bandung pada seorang pasien anak berusia satu tahun berjenis kelamin laki-laki.

Anak tersebut lahir dengan tiga jari tambahan pada kaki kirinya sehingga menyebabkan bentuk dan struktur kaki yang abnormal, dan akhirnya sukses ditangani oleh Prof. Dr. dr. Yoyos Dias Ismiarto, Sp.OT (K), M.Kes, CCD, dokter spesialis ortopedi konsultan ortopedi anak dari Mayapada Hospital Bandung.

Kasus polidaktili belum lama ini ditemukan di Bandung pada seorang pasien anak berusia satu tahun berjenis kelamin laki-laki. Anak tersebut lahir dengan tiga jari tambahan pada kaki kirinya sehingga menyebabkan bentuk dan struktur kaki yang abnormal, dan akhirnya sukses ditangani oleh Prof. Dr. dr. Yoyos Dias Ismiarto, Sp.OT (K), M.Kes, CCD, dokter spesialis ortopedi konsultan ortopedi anak dari Mayapada Hospital Bandung
Kasus polidaktili belum lama ini ditemukan di Bandung pada seorang pasien anak berusia satu tahun berjenis kelamin laki-laki. Anak tersebut lahir dengan tiga jari tambahan pada kaki kirinya sehingga menyebabkan bentuk dan struktur kaki yang abnormal, dan akhirnya sukses ditangani oleh Prof. Dr. dr. Yoyos Dias Ismiarto, Sp.OT (K), M.Kes, CCD, dokter spesialis ortopedi konsultan ortopedi anak dari Mayapada Hospital Bandung (istimewa)

Kasus ini berhasil diatasi dengan dilakukannya operasi pengangkatan jari tambahan.

Selain dilakukan pengangkatan jari, anak tersebut juga menjalani rekonstruksi untuk memperbaiki bentuk dan struktur kaki agar berfungsi normal untuk mendukung tumbuh kembang anak selanjutnya. 

Pasca-operasi, bentuk dan struktur kaki pada anak membaik secara signifikan kaki dan saat ini pasien menjalani perawatan luka secara rutin guna  memastikan penyembuhan yang optimal.

Polidaktili dapat terdeteksi saat kehamilan melalui pemeriksaan USG maupun terlihat langsung saat kelahiran.

Penanganan polidaktili biasanya dilakukan saat anak berusia 1-2 tahun agar tidak menganggu tahapan tumbuh kembangnya.

Selain itu, metode penanganan polidaktili juga tergantung pada lokasi dan struktur pembentuknya, bisa ditangani dengan pemasangan klip pada pangkal jari tambahan, atau dengan tindakan pembedahan.

ilustrasi - metode klip pada polidaktili tangan
ilustrasi - metode klip pada polidaktili tangan (istimewa)

Prof Yoyos mengungkapkan, setelah bayi lahir, dokter melakukan pemeriksaan rontgen untuk melihat struktur pembentuk jari tambahan tersebut dan menentukan metode penanganan yang akan dilakukan.

Dokter juga bisa meminta beberapa pemeriksaan laboratorium darah untuk mencari kemungkinan kelainan genetik lainnya yang perlu diwaspadai.

Prof Yoyos yang berpraktik di layanan Orthopedic Center Mayapada Hospital Bandung ini menjelaskan lebih lanjut.

“Bila jari tambahan hanya terhubung oleh jaringan lunak dan bukan tulang, klip dapat dipasang pada pangkal jari tambahan untuk menghentikan aliran darah ke area tersebut sehingga jari tambahan akan menyusut dan lepas dalam jangka waktu kurang lebih 2 minggu mirip seperti tali pusat pada bayi baru lahir. Sedangkan, operasi atau pembedahan untuk mengangkat jari tambahan dan rekonstruksi diperlukan apabila jari tambahan tersusun oleh tulang dan terdapat gangguan struktur dan bentuk pada tangan atau kaki. Kondisi inidinamakan polidaktili lengkap dan dapat mengganggu proses tumbuh kembang anak jika tidak ditangani dengan baik," kata Prof Yoyos.

Kasus polidaktili ini telah ditangani secara komprehensif oleh Prof Yoyos berkolaborasi dengan tim dokter multidisiplin lainnya di Orthopedic Center Mayapada Hospital Bandung, yaitu layanan yang holistik dan menyeluruh untuk menangani berbagai kasus tulang.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved