Puncak Kenaikan Harga Bahan Pokok 1-2 Hari Jelang Lebaran, Ombudsman Minta Pemerintah Antisipasi
pemerintah juga perlu mempertimbangkan pelayanan operasi pasar yang tidak membuat masyarakat harus antri lama dan berdesak-desakan
Penulis: Nappisah | Editor: Adityas Annas Azhari
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ombudsman Republik Indonesia Provinsi Jawa Barat meminta pemerintah mengantisipasi puncak kenaikan harga bahan pokok dan perbaikan teknis operasi pasar yang lebih nyaman.
Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Jawa Barat, Dan Satriana, mengatakan, Ombudsman berkunjung ke pasar tradisional dan retail modern di Kota Cirebon, Kabupten Purwakarta, dan Kota Bandung.
“Dalam peninjauan tersebut Ombudsman mendapatkan informasi, berdasarkan pengalaman sebelumnya, harga bahan pokok pada bulan Ramadan ini akan terus naik dan diperkirakan akan mencapai puncaknya pada satu atau dua hari menjelang Hari Raya Idulfitri,” katanya dalam rilis resmi, Jumat (5/4/2024).
Dikatakannya, selain peningkatan konsumsi masyarakat pada Hari Raya Idulfitri, peningkatan pembelian bahan pokok menjelang hari raya juga dilakukan dunia usaha dan rumah tangga, sebagai persediaan mereka dalam mengantisipasi pasar yang biasanya libur beberapa waktu sebelum dan setelah hari raya.
“Namun sampai saat ini pedagang dan pembeli di pasar tradisional melihat ketersediaan bahan pokok relatif cukup,” imbuhnya.
Baca juga: Stok Pangan Aman, Penjabat Wali Kota: Operasi Pasar Bersubsidi Kota Bandung Tepat Sasaran
Kemudian, hanya beberapa jenis sayuran yang ketersediaannya saat ini menjadi langka, sehingga harus dipasok dari daerah lain.
“Di sisi lain, Ombudsman juga melihat pemerintah daerah pada saat ini telah melakukan pemantauan harga secara intensif dan melakukan operasi pasar untuk menjaga kestabilan harga bahan pokok,” tuturnya.
Baca juga: Pemerintah Kota Cirebon Lakukan Sidak ke Sejumlah Pasar Tradisional: Stok Aman sampai Dua Minggu
Untuk itu, Ombudsman mendorong pemerintah daerah terus memantauan dan memastikan program intervensi pasar untuk menjaga ketersediaan dan kestabilan harga sampai hari menjelang Hari Raya Idul Fitri.
“Termasuk cepat merespons pengaduan yang diterima serta memantau keluhan masyarakat di berbagai media massa dan media sosial untuk segera diselesaikan,” ujarnya.
Baca juga: Pasar Murah Gencar Digelar, Harga Sejumlah Kebutuhan Pokok Kini Alami Penurunan Jelang Lebaran
Ia menambahkan, pemerintah juga perlu mempertimbangkan pelayanan operasi pasar yang tidak membuat masyarakat harus antri lama dan berdesak-desakan sebagai sering terjadi pada berbagai operasi pasar.
“Mungkin dapat dipertimbangkan agar pembelian bahan pokok tersebut dilakukan dibagi bergiliran berdasarkan jadwal atau wilayah domisili pembeli,” katanya. (*)
| PLN UP3 Cimahi Pastikan Kesiapan SPKLU Jelang Lebaran 1447 H Dukung Mobilitas Kendaraan Listrik |
|
|---|
| Transaksi SPKLU 4 Kali Lipat Saat RAFI 2026, PLN UID Jabar Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik |
|
|---|
| Ombudsman Jabar Pantau Kasus Bayi Nyaris Tertukar di RSHS: Kumpulkan Data Untuk Tindak Lanjut |
|
|---|
| PLN Cianjur Dukung Kegiatan DMI Takokak, Salurkan Bantuan Sembako untuk Marbot dan Kaum Dhuafa |
|
|---|
| PLN Sukses Tambah Daya Industri di Majalaya, Dorong Produksi dan Serapan Tenaga Kerja |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Opadi-di-Kota-Sukabumi-14.jpg)