Syahrul Yasin Limpo Dinas ke Luar Negeri sambil Ajak Keluarga, Pantas Saja Anggaran Membengkak
Momon dihadirkan sebagai salah satu saksi dalam persidangan kasus dugaan korupsi di Kementan, Rabu (3/4/2024).
TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Majelis hakim mengulik soal biaya perjalanan dinas keluar negeri mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) beserta keluarga yang teramat mahal.
Hal itu ditanyakan hakim kepada mantan Sekretaris Jenderal Kementan Momon Rusmono.
Momon dihadirkan sebagai salah satu saksi dalam persidangan kasus dugaan korupsi di Kementan, Rabu (3/4/2024).
Duduk sebagai terdakwa dalam persidangan ini yaitu SYL; mantan Sekjen Kementan, Kasdi Subagyono; dan Direktur Alat dan Mesin Pertanian, Muhammad Hatta.
"Ini ada keterangan saudara 'tiket dinas ke luar negeri bagi menteri dan keluarga yang sangat mahal', apa maksudnya ini? Ini ada di berita acara pemeriksaan saudara," tanya hakim saat persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta.
"Seingat saya bulan Maret, pak menteri memang ada kunjungan kerja ke Jerman ke luar negeri," jawab Momon.
"Bawa keluarga?" tanya hakim lagi.
"Yang saya dengar bawa keluarga," kata Momon.
Hakim lantad mencecar Momon soal ada atau tidaknya persoalan mengenai anggaran untuk biaya ke luar negeri SYL tersebut. Momon pun mengakui ada persoalan.
"Karena bawa keluarga yang seharusnya sehingga anggaran melebihi anggaran," ujar Momon.
Dijelaskan oleh Momon, untuk anggaran tersebut bisa didapatkan dari jajaran eselon I Kementan lainnya.
Hakim kemudian menanyakan soal ada atau tidaknya pemenuhan dari anggaran atau sumbangan lain.
"Kalau untuk yang kasus ke luar negeri, informasi dari Maman Suherman (Kepala Biro Umum Kementan) memang Maman dari sekjen ada beberapa yang disampaikan untuk mendukung kegiatan ke luar negeri," kata Momon.
"Berapa?" tanya hakim.
"Saya tidak tahu persis angkanya Yang Mulia," jawab Momon.
Irawan Diberhentikan dari Posisi Kadispora Cirebon Setelah Jadi Tersangka, Terima Gaji 50 Persen |
![]() |
---|
Kadispora Kota Cirebon Jadi Tersangka Korupsi, Langsung Dicopot Sementara |
![]() |
---|
Pemkab Subang dan KPK Berkolaborasi Ciptakan Kepastian Hukum Dalam Tata Kelola Investasi dan Lahan |
![]() |
---|
Kejari Kota Cirebon Terus Buru Calon Tersangka Lain Dalam Kasus Korupsi Pembangunan Gedung Setda |
![]() |
---|
Efek Mengerikan Imbas Praktik Korupsi Pembangunan Gedung Sekretariat Daerah Kota Cirebon |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.