Sabtu, 2 Mei 2026

Gudang Peluru di Bekasi Meledak

Buntut Meledaknya Gudang Peluru di Ciangsana, TNI Akan Periksa Seluruh Gudang Amunisinya

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Nugraha Gumilar mengatakan saat ini pihaknya tengah menunggu hasil investigasi gabungan yang dilakukan.

Tayang:
Editor: Ravianto
istimewa
Gudang peluru Yonarmed 07 yang berlokasi di perbatasan Kota Bekasi dan Kabupaten Tangerang, Sabtu (30/3/2024) malam terkabar. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Buntut meledaknya gudang amunisi di Ciangsana, Bekasi, Sabtu (30/3/2024) lalu, Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan memeriksa seluruh gudang amunisinya.

Pemeriksaan menyeluruh rencananya dilakukan di semua gudang peluru TNI menyusul insiden di Ciangsana.

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Nugraha Gumilar mengatakan saat ini pihaknya tengah menunggu hasil investigasi gabungan yang dilakukan.

Ia mengatakan pemeriksaan menyeluruh perlu dilakukan untuk menghindari insiden tersebut berulang di masa depan.

"Tentunya dari hasil investigasi nanti, salah satunya kita akan mengadakan pemeriksaan keseluruhan. Mungkin Mabes TNI, baik itu gudang munisi yang ada di (matra) darat, laut, udara supaya tidak terjadi lagi situasi seperti. Kita akan lakukan itu," kata Gumilar saat ditemui di Mabes TNI Cilangkap Jakarta pada Selasa (2/4/2024).

Gumilar mengatakan investigasi yang dilakukan saat ini tengah berjalan dilakukan oleh Polisi Militer, Peralatan Kodam Jaya, Staf Logistik Mabes TNI, dan juga Staf Intelijen.

Salah satu aspek yang akan diinvestigasi, kata dia, di antaranya adalah soal prosedur pengamanan.

"Ada dari POM, Polisi Militer. Karena itu gudang milik Paldam (Peralatan Kodam) ya, jadi nanti ada dari Peralatan Kodam Jaya. Terus dari Slog Mabes, nanti dari staf intelijen juga ada, dari segi prosedur pengamanannya. Itu semua yang terkait  tentang gudang itu, mereka akan dilibatkan," kata Gumilar. 

Ledakan di 4 Gudang Munisi TNI-Polri Selama 10 Tahun Terakhir

Kepala Center for Intermestic and Diplomatic Engagement (CIDE) Anton Aliabbas mencatat hingga saat ini setidaknya ada empat gudang munisi dan penyimpanan bahan peledak milik TNI-Polri yang meledak dalam 10 tahun terakhir.

Ia mencatat pada 5 Maret 2014, gudang amunisi milik Kopaska yang terletak di Markas Komando Pasukan Katak di Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pernah meledak.

Insiden tersebut, kata Anton, melukai 87 orang dan satu orang meninggal dunia. 

Kedua, lanjut dia, gudang berisi bahan peledak milik Brimbob Polda Jateng, Semarang, meledak pada 14 September 2019 lalu.

Dalam insiden tersebut, satu orang terluka.

Ketiga, lanjut dia, gudang milik Detasemen Gegana, Satuan Brimob Polda Jatim, Surabaya, Jawa Timur, meledak pada 4 Maret 2024 lalu.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved