SOSOK Herman Suryatman yang Sore Ini Dilantik Jadi Sekda Jabar, Sipil dengan Pengalaman Militer
Penjabat Bupati Sumedang, Herman Suryatman, akan dilantik menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat.
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Giri
Selesai SMA, Herman melanjutkan pendidikannya di Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri, kini IPDN, lulus tahun 1992.
Sambil berkarier di dunia birokrasi, Herman melanjutkan sekolah di Instiut llmu Pemerintahan dengan konsentrasi Politik Pemerintahan, lulus pada 1999.
Gelar magister dia raih dari Universitas Padjadjaran, lewat program Magister llmu Pemerintahan, lulus tahun 2003.
Baca juga: Kenyal Manis Es Goyobod di Alun-alun Tanjungsari yang Diserbu Warga Sumedang
Riwayat Jabatan
Karena mengikuti program wajib militer, maka karier pertama Herman Suryatman adalah di dunia militer.
Dia pernah menjabat sebagai perwira pertama pada Korem 163/Wirasatya, Kodam IX/Udayana, Bali, pada 1992.
Kemudian dia menjabat Perwira Intelijen Kodim 1619/Tabanan, Kodam IX/Udayana, Bali, 1993-1994.
Herman kemudian kembali ke Sumedang dan ditugaskan menjadi Lurah Cipameungpeuk pada 1995-1997.
Kariernya di dunia birokrasi terus menanjak.
Dia berkarier menjadi kepada sub seksi, kepala bidang, menjadi camat, menjadi Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Pariwisata, yang semua itu dilakukan di Kabupaten Sumedang.
Pada 2013-2017, Herman sempat berkarier di Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara, sebagai Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik.
Pada lembaga yang sama, mulai 2017-2019, dia menjabat Sekretaris Deputi Bidang SDM Aparatur.
Tahun 2019 hingga kini, dia menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang dengan status PNS berpangkat/golongan Pembina Utama, IV /e.
Sehabisnya masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir-Erwan Setiawan, Herman Suryatman dilantik sebagai Penjabat Bupati Sumedang sejak September 2023.
Selama berkarier di birokrasi, Herman yang pernah kursus kepemimpinan "Saemaul Training For Foreign Leaders" di Saemaul Undong Central Training Institute pada 2010 ini setidaknya pernah menerima 10 penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Republik Indonesia. (*)
| Reaktivasi Bandara Husein: Pemprov Jabar Masih Tunggu Keputusan Pusat |
|
|---|
| Soroti Kasus Bayi Meninggal dalam Kandungan di Sumedang, DPRD Jabar Minta Perkuat Edukasi Kesehatan |
|
|---|
| Kasus Bayi Meninggal di Sumedang, Dinkes Jabar Sebut RS Pakuwon Sudah Siapkan Dokter Pengganti |
|
|---|
| Ada 62 Kasus Kematian Bayi di Sumedang dari Januari 2026, Terbaru Bayi Rosita, Mayoritas karena BBLR |
|
|---|
| Kasus Bayi Meninggal Diduga Ditolak RS Pakuwon, Wakil Ketua DPRD Sumedang Minta SOP Dicek |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Penjabat-Bupati-Sumedang-Herman-Suryatman-dok-adv.jpg)