SOSOK Herman Suryatman yang Sore Ini Dilantik Jadi Sekda Jabar, Sipil dengan Pengalaman Militer
Penjabat Bupati Sumedang, Herman Suryatman, akan dilantik menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat.
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Giri
Laporan Kontributor TribunJabar.id, Kiki Andriana
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Penjabat Bupati Sumedang, Herman Suryatman, akan dilantik menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat.
Pelantikan dilakukan di Aula Barat Gedung Sate di Kota Bandung, Senin (1/4/2024) sore.
Di Sumedang, Herman dikenal sebagai sosok yang enerjik.
Herman merupakan Sekda Kabupaten Sumedang sejak 2019.
Namun, dia akhirnya menjadi Pj Bupati Sumedang sejak 20 September 2023.
Kalangan wartawan mengenalnya sebagai sosok yang tak kenal lelah. Bekerja siang-malam untuk melayani warga Sumedang.
Jika ada bencana melanda tengah malam, Herman selalu menuju ke lokasi bencana saat itu juga untuk memantau sekaligus memutuskan solusi.
Baca juga: Pj Bupati Sumedang Akan Miliki Posisi Baru, Kini di Tingkat Pemerintah Provinsi Jawa Barat
Dari mana energi itu? Ternyata, Herman pernah bersentuhan dengan dunia militer, meski statusnya sebagai aparatur sipil.
Berikut TribunJabar.id merangkum riwayat hidup warga 'pituin' Sumedang ini:
Masa kecil dan sekolah
Herman Suryatman lahir di Sumedang pada 11 November 1970. Dia menghabiskan masa kecil hingga usia SMA di Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang.
Pendidikan sekolah dasar dia selesaikan di SDN Center Situraja pada 1982.
Lalu melanjutkan ke SMPN 1 Situraja, lulus pada 1985.
Baca juga: Warga Darmaraja Sumedang Jadi Korban Penipuan Dukun Pengganda Uang, Rp 50 Juta Ditukar Uang Palsu
Dia mengecap pendidikan di SMAN Situraja, lulus tahun 1988.
| Soroti Kasus Bayi Meninggal dalam Kandungan di Sumedang, DPRD Jabar Minta Perkuat Edukasi Kesehatan |
|
|---|
| Kasus Bayi Meninggal di Sumedang, Dinkes Jabar Sebut RS Pakuwon Sudah Siapkan Dokter Pengganti |
|
|---|
| Ada 62 Kasus Kematian Bayi di Sumedang dari Januari 2026, Terbaru Bayi Rosita, Mayoritas karena BBLR |
|
|---|
| Kasus Bayi Meninggal Diduga Ditolak RS Pakuwon, Wakil Ketua DPRD Sumedang Minta SOP Dicek |
|
|---|
| Soroti Kasus RS Pakuwon, Dinkes Jabar Sebut Idealnya Setiap RS Punya Lebih dari Dua Dokter Kandungan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Penjabat-Bupati-Sumedang-Herman-Suryatman-dok-adv.jpg)