Kamis, 28 Mei 2026

Hikmah Ramadhan

Ramadhan Momentum Kembali

Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha lagi diridhai oleh-Nya...

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Arief Permadi
ISTIMEWA
Masrudi, S.Kom.I., M.Sos, Pengajar di UPT Pusat Pengembangan Bahasa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon 

Kesadaran akan berpulang sebagai tahapan hidup yang niscaya inilah yang akan melecut seorang hamba agar berlaku saleh sepanjang usia tersisa. Ketika kesadaran ini hadir, maka segala perintah Tuhan akan dimaknai sebagai kehormatan baginya. Bersukacita dalam ibadah, berlama-lama dalam tadabbur, merasai lezatnya tilawat Al-Qur'an, sibuk dalam syukur, tabah dalam sabar, optimistis dalam menjalani amanah hidup hingga tiba pengujung tugas di dunia.

يٰۤاَيَّتُهَا النَّفۡسُ الۡمُطۡمَٮِٕنَّةُ ٢٧ ارۡجِعِىۡۤ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرۡضِيَّةً ۚ‏ ٢٨ فَادۡخُلِىۡ فِىۡ عِبٰدِىۙ‏ ٢٩ وَادۡخُلِىۡ جَنَّتِى‏ ٣٠

Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha lagi diridhai oleh-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku. (QS Al-Fajr : 27-30)

Menempuh jalan Tuhan tentu tidak akan mudah. Sebagaimana pula harga surga sebagai tempat tinggal abadi penuh kenikmatan yang tidak murah. Jalan itu penuh rintang ujian, kesungguhan dalam taat, keteguhan menjauhi maksiat, dan tetap menjadi bulir-bulir embun bening yang menyejukkan di tengah masyarakat. Menjadi diri mukmin yang menebarkan manfaat, adil dalam memimpin, hikmah dalam memutuskan, serta menjadi pemersatu hati manusia. Inilah jejak karakter profetik sang Nabi mulia yang Allah swt tetapkan sebagai role model, uswah hasànah, teladan bagi seluruh umatnya. Umat yang ia cintai hingga penghujung nafasnya.

"Umatku, umatku... ", begitulah kata-kata terakhir sang Nabi agung dalam deru nafas yang kian menghilang.

لَقَدْ جَآءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِٱلْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ

Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. (QS At-Taubah : 128)

Sebagai kalam akhir, kembali ke jalan Tuhan ialah kembali kepada Al-Qur'an. Kembali menggali spirit mulia di dalamnya. Terus menata diri agar pantas dalam pandangan-Nya. Menjalani sunnah Nabi-Nya dalam setiap gerak langkah. Hingga pada akhirnya kita dianugerahi gelar sebagai hamba bertakwa, sebagaimana tujuan perintah puasa.

Inilah muara penetapan Ramadhan bagi orang-orang beriman, di mana di dalamnya terdapat kewajiban berpuasa, yang juga telah dijadikan sebagai suatu kewajiban bagi umat-umat sebelumnya. Yaitu agar dengan berpuasa, seorang mukmin bertransformasi menjadi insan bertakwa yang kelak dipanggil dengan penuh kehormatan memasuki jannah-Nya.

وَسِيقَ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ إِلَى الْجَنَّةِ زُمَرًا ۖ حَتَّىٰ إِذَا جَاءُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلَامٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوهَا خَالِدِينَ

Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya diantar ke dalam surga secara berombongan. Sehingga apabila mereka sampai kepadanya (surga) dan pintu-pintunya telah dibukakan, penjaga-penjaganya berkata kepada mereka, "Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu! Maka masuklah, kamu kekal di dalamnya."
(QS Az-Zumar ayat 73).

Semoga berkah Ramadhan terlimpah atas kita semua. Aamiin ya Rabbal'alamin.(*)

 

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved