Rabu, 13 Mei 2026

Kisah Hidup Putri Tanjung, Meski Anak Tokoh Hebat, Ia Sempat Di-bully saat Masih Sekolah

Nama Putri Indahsari Tanjung dikenal sebagai sosok yang begitu inspiratif, khususnya di bidang industri kreatif, oleh generasi masa kini.

Tayang:
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Hermawan Aksan
Dokumentasi instagram @putri_tanjung
Putri Indahsari Tanjung 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Nama Putri Indahsari Tanjung dikenal sebagai sosok yang begitu inspiratif, khususnya di bidang industri kreatif, oleh generasi masa kini.

Pembawaannya yang selalu terlihat semangat, menggebu-gebu, dan menarik perhatian karena cantik ini membuat banyak perempuan menginginkan untuk bisa seperti dirinya.

Namun, di balik senyum ceria yang selalu dia tunjukkan, siapa sangka ternyata Putri Tanjung pernah mengalami pengalaman yang kurang mengenakkan ketika masih duduk di bangku sekolah.

"Waktu kecil ketika SD sampai SMP aku di-bully secara fisik dan emosional," tutur Putri dalam talkshow Heart to Heart bersama Wardah, di YouTube Wardah Beauty.

"Penampilan aku yang tinggi, gendut, dan rambut aku kribo dan aku dipanggil brokoli."

"Aku juga di-bully karena bapakku adalah seseorang sehingga jadi kesukaan guru-guru."

"Teman-teman di sekolah menganggap aku ini anak kesayangan guru dan merasa aku dapat perlakuan spesial dan mereka nggak suka."

Bahkan Putri pun mengungkapkan bahwa sebenarnya ia adalah orang yang tidak percaya diri.

Perempuan kelahiran Jakarta 27 tahun silam ini pun merasa memiliki beban yang cukup berat karena banyak orang yang berekspektasi lebih kepadanya.

"Aku tuh nggak percaya diri, bahkan sampai sekarang masih berproses untuk menerima diri."

"Aku berasal dari keluarga yang luar biasa dan semua orang berharap lebih sehingga aku terus mempertanyakan apakah yang aku lakukan ini sudah maksimal. Selalu ada beban," kata Putri.

Rasa tidak percaya diri ini, kata Putri, muncul di dalam dirinya pada usia 15 tahun.

Ketika beranjak lebih dewasa, ia pun merasa harus bisa melakukan hal yang lebih lagi.

Namun ia pun menyadari bahwa semua ekspektasi orang lain yang membebaninya ini tidak baik karena ia merasa sudah cukup.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved