Fortusis Jabar Tolak Program Makan Siang Gratis, Dwi Soebawanto: Kalau Menggunakan Dana BOS
Dana BOS yang sedang berlangsung masih kurang untuk kebutuhan rutin khususnya memenuhi delapan standar pendidikan.
Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Kemal Setia Permana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Forum orangtua siswa atau Fortusis Jawa Barat menolak program makan siang gratis.
Hal itu disampaikan oleh Koordinator Fortusis Jabar, Dwi Soebawanto.
Menurut Dwi Soebawanto, banyak pemberitaan terkait simulasi makan siang gratis.
Semisal yang dilakukan Dedi Mulyadi dan Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto.
"Kami membantah bahwa Fortusis tak terlibat dan tak bertanggung jawab atas kegiatan simulasi yang sudah dilakukan."
"Sikap kami tak setuju program makan siang gratis bagi para peserta didik akan menggunakan dana BOS," ujar Dwi Soebawanto dalam keterangan tertulisnya, Kamis (7/3/2024).
Hal itu menurutnya karena dana BOS yang sedang berlangsung masih kurang untuk kebutuhan rutin khususnya memenuhi delapan standar pendidikan yang menjadikan acuan pemerintah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Dwi pun berpendapat jika pemerintah masih bisa mengalokasikan tambahan dana pendidikan lebih baik untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Baik dengan kurikulum merdeka yang baru diterapkan sekolah-sekolah terkonsolidasi, sementara delapan standar pendidikan masih jauh terpenuhi.(*)
| Fortusis Jabar Sarankan Sekolah Swasta Kreatif Galang Dana Setelah Skema BPMU Jadi Beasiswa |
|
|---|
| Respons Fortusis Soal Rencana SE Gubernur Jabar Soal Hukuman untuk Murid Nakal: "Tidak ada artinya" |
|
|---|
| Fortusis Jabar Minta Pemerintah Kaji Ulang Kebijakan Penghematan di Sekolah: Jangan Kaku! |
|
|---|
| Ribuan Orang Menjadi Korban Keracunan, Forum Guru dan Orang Tua Siswa Minta MBG Dievaluasi |
|
|---|
| Banyak Kasus Keracunan, Fortusis Jabar Desak Pemerintah Berikan Uang ke Orangtua untuk Program MBG |
|
|---|
