Di Sumedang, Ara Tegaskan Lagi Tak Mau Jadi Petugas Partai, Sebut Jokowi Jalankan Ajaran Bung Karno

Dia mengatakan, Jokowi adalah yang menjalankan ajaran Bung Karno, di antaranya dalam soal non-blok.

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Ravianto
kiki andriana/tribun jabar
Maruarar Sirait saat diwawancara sejumlah wartawan, di halaman Karaton Sumedang Larang, Minggu (4/2/2024). 

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - "Siapa yang tahun 2014 milih Jokowi? Siapa yang 2019 milih Prabowo?" tanya Maruarar Sirait kepada warga Sumedang yang menghadiri acara kampanye pemenangan Prabowo-Gibran di Alun-alun Sumedang, Minggu (4/2/2024).

Semua warga mengacungkan tangan.

Maruarar yakin dan meyakinkan warga bahwa Prabowo merupakan sosok yang mampu melanjutkan prestasi Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi). 

"Melanjutkan hal baik Pak Jokowi, (mulai dari) anggaran desa, hilirisasi, kerukunan, yang mewujudkan itu," kata Ara, sapaan Maruarar Sirait

Dia mengatakan, Jokowi adalah yang menjalankan ajaran Bung Karno, di antaranya dalam soal non-blok.

Jokowi datang ke Ukraina dan Rusia, berupaya mendamaikan kedua negara yang berperang. 

"Kerukunan antar umat beragama juga, kepercayaan publik kepada Jokowi luar biasa, 83 persen, paling tinggi di dunia," kata Ara.

Dia mencontohkan, jika ada 100 rakyat Indonesia, sebanyak 83 orang percaya kepada Jokowi. 

"Itu membuktikan pasangan yang didukung Jokowi melalui sinyal dan gestur, yakin akan menang," katanya. 

Menurut Ara, Jokowi dan Prabowo adalah simbol kerukunan yang tidak basa-basi, dua kali bertarung pada Pilpres, tapi  kemudian Jokowi merangkul Prabowo menjadi Menteri Pertahanan. 

"Ada yang menganggap Prabowo penghianat, tapi Prabowo sendiri mau melakukan itu demi bangsa Indonesia,"

"Saya memberikan penghargaan kepada Prabowo dan Gerindra karena komitmen Gerindra medukung langkah-langkah Jokowi, saya yakin itu, itu alasan saya pamit dari PDI-P," katanya. 

Ara menyebut bahwa dia mengikuti kata hati.  

"Saya memilih ikuti hati saya, saya tidak mau berpolemik saya sudah kembalikan KTA, saya memilih jadi petugas rakyat, bukan petugas partai," katanya.(*)

Laporan Kontributor TribunJabar.id, Kiki Andriana 

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved