Diskusi Hangat Debat Cawapres yang "Panas" di Tribun Jabar, Kupas Kapasitas Masing-masing Kandidat

Diskusi hangat dilakukan di Tribun Jabar mengenai debat calon wakil presiden (cawapres) yang berlangsung "panas", Minggu (21/1/2024) malam.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Giri
Tribun Jabar/Muhamad Syarif Abdussalam
Debat Calon Wakil Presiden didiskusikan dengan sangat hangat dan akrab bersama perwakilan ketiga tim pasangan calon dalam kegiatan nonton bareng Tribun Jabar, Minggu (21/1/2024) malam. 

Susanto pun menegaskan, debat kandidat ini bukan sekadar cerdas cermat. Konteks debat adalah bagian membangun rasionalitas masing-masing pasangan.

Seperti saat membicarakan tema pembangunan IKN, timnya memilih memajukan kota yang sudah ada.

Baca juga: Apa Itu Greenflation? Istilah yang Diucapkan Gibran saat Debat Cawapres, Bikin Mahfud MD Ngambek

Mengenai pemilih muda yang menjadi debat diskusi ini, ia mengatakan pasangan Amin berupaya meletakkan kedaulatan di tangan rakyat.

Bangsa Indonesia, katanya, jangan sampai menyia-nyiakan pemilihan umum ini menentukan generasi masa depan.

Media Relation Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka Jawa Barat, Faisal Haris, mengatakan, Gibran dalam berbagai kesempatannya mengeluarkan sedikit demi sedikit amunisinya dalam menyerang lawannya.

"Kami berharap kami diserang. Dengan diserang, akan kami keluarkan program-program yang dibutuhkan. Ketika ada yang statemen masa lalu, kami berikan masa depan," katanya.

Ia setuju dengan tim lainnya, bahwa debat ini membahas hal-hal penting untuk masa depan bangsa. Secara umum, pihaknya menyatakan penampilan Gibran kali ini sesuai dengan yang diharapkan timnya.

Ia mengatakan bahwa pemilih muda di Jabar memiliki sifat yang khas, di antaranya tidak menyukai hal yang bertele-tele. Hal yang dibutuhkan anak muda adalah wujud nyata dan tidak rumit.

Direktorat Pangkalan Data dan Survei TPD Ganjar Pranowo-Mahfud MD Jawa Barat, Yunandar Rukhiadi Eka Perwira, mengatakan yang diungkapkan Mahfud dalam kesempatan debat ini polanya adalah melihat secara global atau garis besar ke dengan sejumlah detail penting untuk disampaikan kepada masyarakat.

"Bukan hanya memenangkan debat dan pemilu, tapi mengedukasi masyarakat berdemokrasi yang baik dan benar. Kita melihat berbagai tema dari sumber daya alam dan masalah lahan, dan ini terjadi di lapangan, dan Mahfud sudah on the track dalam hal ini," katanya.

Ia mengatakan Mahfud secara konsisten menggariskan permasalahan yang ada di negara ini, kuncinya penegakan hukum yang masih harus diperkuat.

Mengenai generasi muda, Yunandar mengatakan pihaknya konsisten memperjuangkan berbagai hal untuk generasi muda. Di antaranya penyediaan lapangan kerja, digitalisasi, sampai beasiswa.

Diketahui, debat ini diikuti Muhaimin Iskandar, Gibran Rakabuming Raka, dan Mahfud MD. Tiga pasangan cawapres akan berdebat membahas enam tema, di antaranya pembangunan berkelanjutan dan lingkungan hidup, sumber daya alam dan energi, pangan, agraria, masyarakat adat, dan desa.

Pembahasan enam tema itu akan disampaikan dalam 6 segmen debat. Segmen 1 adalah pembacaan tata tertib dan penyampaian visi, misi, dan program kerja, Segmen 2 pendalaman visi, misi, dan program kerja, Segmen 3 pendalaman visi, misi, dan program kerja oleh moderator, Segmen 4 tanya jawab dan sanggahan 3 cawapres, Segmen 5 tanya jawab dan sanggahan 3 cawapres, dan Segmen 6 penutup. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved