Cak Imin-Mahfud Kompak Serang Program Food Estate Dalam Debat Cawapres
Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menyindir program food estate pada panggung debat ketiga Pilpres 2024.
TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Setelah Anies Baswedan menyindir program food estate pada panggung debat ketiga Pilpres 2024, 7 Januari lalu, giliran pasangannya di Pilpres 2024, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin melakukan hal serupa dalam debat cawapres.
Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 1 itu kompak dengan cawapres nomor urut 3 Mahfud MD menyerang program lumbung pangan (food estate) era Presiden Joko Widodo (Jokowi) di panggung debat Cawapres yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Minggu (21/1/2024) malam.
"Di sisi lain kita prihatin pengadaan pangan nasional melalui food estate. Food estate mengabaikan petani kita, merugikan masyarakat adat kita. Hasilkan konflik agraria bahkan merusak lingkungan kita. Ini harus dihentikan," kata Cak Imin dalam debat cawapres kedua.
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengatakan kini sedang terjadi krisis iklim dan bencana ekologi terjadi di mana-mana. Baginya, negara harus serius mengatasinya.
"Tidak hanya mengandalkan proyek giant sea wall yang tidak mengatasinya. Krisis iklim harus dimulai dengan etika, sekali lagi etika, etika lingkungan. Keseimbangan antarmanusia dan alam," kata dia.
Seirama dengan Cak Imin, Mahfud MD juga menyerang program food estate dan menyebut ia adalah program gagal yang merusak lingkungan. Mahfud juga menyebut program itu merugikan negara.
”Jangan seperti food estate yang gagal dan merusak lingkungan, yang bener aja, rugi dong kita," katanya.
Baca juga: Apa Itu Greenflation? Istilah yang Diucapkan Gibran saat Debat Cawapres, Bikin Mahfud MD Ngambek
Program food estate saat ini berada di bawah koordinasi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Prabowo merupakan capres nomor urut 1.
Adapun cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka dalam penyampaian visi misinya mendorong pemanfaatan energi hijau.
Dia mengatakan Indonesia tak boleh lagi melakukan ekspor barang mentah. Hal ini menurutnya untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil.
"Kita mendorong transisi energi hijau seperti bioavtur, biodiesel dan bioetanol yang sudah dilakukan meliputi B35 dan B40. Potensi energi baru terbarukan kita juga sudah luar biasa, bisa mencakup 3.686 gigawatt, yang meliputi energi surya, air, angin, bioenergi dan panas bumi. oleh karena itu pentahelix wajib didorong," kata Gibran.
Ia mengatakan program hilirisasi harus dilanjutkan. Gibran juga berjanji akan memperluas cakupan hilirisasi. "Tidak hanya hilirisasi tambang, tapi juga hilirisasi pertanian sektor maritim dan hilirisasi digital," ujar Gibran.
Baca juga: Pengamat Politik IPO Soal Debat Cawapres: Gibran Offside Berpotensi Turunkan Elektabilitas
Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar debat kandidat Pilpres 2024 yang keempat di Jakarta Convention Center (JCC) pada Minggu (21/1) malam.
Debat keempat ini mengadu gagasan para calon wakil presiden yakni Muhaimin Iskandar, Gibran Rakabuming Raka, dan Mahfud MD. Adapun tema yang dibahas adalah seputar pembangunan berkelanjutan, sumber daya alam, lingkungan hidup, energi, pangan, agraria, masyarakat adat dan desa.
Selain menyerang program food estate, dalam debat tadi malam Cak Imin juga sempat menyinggung fenomena seseorang yang memiliki lahan 500 ribu hektare, sementara belasan juta rumah tangga petani gurem di Indonesia hanya memiliki setengah hektare lahan.
Meski ia tak menyinggung langsung siapa saja pihak yang ia maksud.
"Enam belas juta rumah tangga petani hanya memiliki tanah setengah hektare sementara ada seseorang ada yang memiliki tanah 500 ribu hektare sebagai kekuasaan yang diberikan negara kepadanya," kata Cak Imin.
Cak Imin juga menyinggung nasib petani dan nelayan di Indonesia kini tidak sepenuhnya menjadi perhatian pemerintah.
Ia juga menyinggung banyaknya pihak yang prihatin kepada nasib food estate.
"Terbukti mengabaikan petani kita, meninggalkan masyarakat adat kita, menghasilkan konflik agraria, dan merusak lingkungan kita. Ini harus dihentikan," ujarnya.
Adapun Mahfud MD mengkritik penyelenggaraan pupuk subsidi yang menurutnya ada yang tidak benar. Alasannya adalah jumlah petani yang semakin sedikit dan lahan pertanian yang semakin menyusut, tapi di sisi lain subsidi pupuk justru naik.
“Pasti ada yang salah. Petani dikit, lahan sedikit, kok subsidi makin naik? Pasti ada yang salah," kata Mahfud.
Gibran menaruh fokus pada penetapan analisis terhadap lingkungan dalam mewujudkan pembangunan rendah karbon yang berkeadilan.
Kata dia, beragam hal harus dilakukan dalam mewujudkan pembangunan energi rendah karbon, sehingga seluruh pihak tidak merasa dirugikan.
"Dalam pelaksanaannya tentu, amdal (analisis mengenai dampak lingkungan) itu wajib, analisa lingkungan juga wajib, sustainability report wajib juga," kata putra sulung Presiden Jokowi itu.
Melakukan analisa itu penting, kata dia, agar dalam pembangunannya yang diawali dengan alih fungsi lahan tidak merugikan pemasukan lokal. Menurut Gibran, jangan sampai UMKM lokal justru merugi dengan adanya pembangunan energi karbon rendah.
Adapun salah satu potensi yang bisa diandalkan lainnya yakni energi baru terbarukan (EBT). Menurutnya, Indonesia memiliki potensi yang luar biasa terhadap EBT itu.
"Sekali lagi potensi energi baru terbarukan juga luar biasa sekali ada energi Surya angin air bio energi panas bumi dan kita juga punya potensi besar sekali 3686 gigaWatt," ujar Gibran. (tribun network/den/riz/mam/git/dod)
Prabowo Akan Bentuk Kementerian Baru, Perubahan Nama dari Badan Penyelenggara Haji |
![]() |
---|
Sosok Immanuel Ebenezer, Wamenaker Eks Relawan Jokowi yang Ditangkap KPK, Hartanya Rp 17 Miliar |
![]() |
---|
PKP Jabar Sambut Baik Silaturahmi Gibran ke Try Soetrisno, Adri Mahran: Contoh Nyata yang Baik |
![]() |
---|
Festival Hiduplah Indonesia Maya Digelar di Bandung, Tom Lembong dan Anies Baswedan Siap Merapat |
![]() |
---|
Kata Pengamat soal Mencuat 'ATOM' Peluang Anies Baswedan dan Tom Lembong Maju di Pilpres 2029 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.