Pengamat Politik IPO Soal Debat Cawapres: Gibran ''Offside'' Berpotensi Turunkan Elektabilitas
Sesi tanya jawab antarcawapres menjadi bagian paling menarik dalam debat ini di mana betul-betul mengupas kapasitas dari masing-masing kandidat.
Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pengamat politik dari lembaga Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurniansyah memberikan analisanya terkait debat calon wakil presiden yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Minggu (21/1/2024).
Dedi menjadi salah satu pembicara di acara diskusi politik yang digelar Tribun Jabar, selain para perwakilan timses masing-masing pasangan calon, seperti Susanto Triyogo (timses Amin), Faisal Haris (timses Prabowo-Gibran), dan Yunandar (timses Ganjar-Mahfud).
Menurut Dedi, debat cawapres kali ini semakin bertambah sesi semakin menarik untuk disaksikan.
Terutama, ketika sesi saling bertanya antarcalon wakil presiden.
Baca juga: Tidak Layak Dijawab, Ketika Pertanyaan Gibran di Debat Bikin Cak Imin dan Mahfud MD Ngambek
Dia pun sempat menyinggung terkait cara debat yang dilakukan Gibran yang dinilai offside dengan gimmick dan lainnya termasuk melibatkan tokoh luar dari debat.
"Ingin melihat Gibran sebenarnya bisa melihat saat sesi pertanyaan langsung dari para calon lainnya. Dia terlihat belum siap. Tapi, ketika pertanyaan oleh panelis dia (Gibran) sudah mempersiapkan bahan-bahan jawabannya," ujarnya.
Dedi pun menambahkan, sesi tanya jawab antarcawapres menjadi bagian paling menarik dalam debat ini di mana betul-betul mengupas kapasitas dari masing-masing kandidat.
"Dalam debat itu satu hal yang pasti, yakni tidak hanya melihat debat dari rencana yang akan terimplementasikan ke depan, tetapi semua kandidat masih dalam tataran normatif yang sebetulnya apa yang diperlukan ke depan atau bayangannya seperti apa," katanya.
Dedi pun mengkhususkan untuk cawapres 02, Gibran Rakabuming Raka sudah offside dalam debat ini dengan melibatkan tokoh luar panggung, yakni membawa-bawa nama salahsatu timses dari Amin, Tom Lembong.
"Gibran memang seperti berusaha ingin menjatuhkan reputasi timses Amin yang paling menonjol, yakni Tom Lembong. Dugaan saya karena itu tadi sesi terakhir, Gibran berusaha menabung materi propaganda dan ingin menihilkan reputasi Tom Lembong," ucapnya seraya menegaskan di satu sisi itu sisi buruk tapi di sisi kontestasi bagus untuk memantik suara.
Jawa Barat, kata Dedi, pada pilpres 2019 termasuk daerah yang unik dan banyak kelompok santri.
Baca juga: Apa Itu Tri Tangtu? Konsep Kearifan Masyarakat Sunda yang Disebut Mahfud MD saat Debat Cawapres
Dari survei sebelumnya, semua elektabilitas di Jabar didominasi oleh sosok capresnya, dengan ururan Prabowo di atas, disusul Anies, dan kemudian Ganjar.
Sedangkan untuk sosok wapres, Muhaimin masih tertinggi di Jabar, disusul Mahfud MD, dan kemudian Gibran.
"Paslon Prabowo-Gibran terus menggaungkan wacana satu putaran dengan hasil survei yang sudah mencapai 48 persen. Tapi, dengan kondisi saat ini dari debat justru Gibran mengkhawatirkan. Sekarang porsi sebarannya maksimum, sehingga yang dilakukan Gibran seharusnya menjadi titik balik menyisakan dua persen, namun justru bisa jadi justru menurun dari hasil debat ini. Apalagi, melihat karakter anak muda di Jabar tak cukup familiar atas apa yang ditujukan Gibran di debat cawapres malam ini," ucapnya.(*)
pengamat politik
Indonesia Political Opinion (IPO)
Dedi Kurniansyah
debat cawapres
calon wakil presiden
Gibran Rakabuming Raka
Prabowo Akan Bentuk Kementerian Baru, Perubahan Nama dari Badan Penyelenggara Haji |
![]() |
---|
Sosok Immanuel Ebenezer, Wamenaker Eks Relawan Jokowi yang Ditangkap KPK, Hartanya Rp 17 Miliar |
![]() |
---|
PKP Jabar Sambut Baik Silaturahmi Gibran ke Try Soetrisno, Adri Mahran: Contoh Nyata yang Baik |
![]() |
---|
Kata Pengamat soal Mencuat 'ATOM' Peluang Anies Baswedan dan Tom Lembong Maju di Pilpres 2029 |
![]() |
---|
Momen Gibran Lewati Menko AHY di Batujajar, Tak Jabat Tangan Beda dengan Prabowo, Ada Apa? |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.