Jumat, 10 April 2026

Ancaman Terhadap Anies Baswedan Ternyata Sering Terjadi, Timnas: Ada Sekitar 10-11 Ancaman

Timnas pemenangan Anies-Muhaimin (AMIN) menyebut selain ancaman penembakan, capres nomor urut 1 tersebut juga menerima 11 ancaman lainnya.

youtube kpu ri
Capres nomor urut 1, Anies Baswedan, sering mendapat ancaman, namun tak pernah melaporkan ke polisi. 

TRIBUNJABAR.ID -  Ancaman terhadap Anies Baswedan baru saja berhasil diungkap tim kepolisian.

Tim dari Bareskrim Polri bersama Polda Jatim berhasil mengungkap pelaku ancaman yang berinisial AWK (23) . 

Namun ternyata kejadian ancaman terhadap Aniies Baswedan tidak terjadi sekali ini saja.

Timnas pemenangan Anies-Muhaimin (AMIN) menyebut selain ancaman penembakan, capres nomor urut 1 tersebut juga menerima 11 ancaman lainnya.

Juru bicara Timnas AMIN, Mustofa Nahrawardaya, mengatakan seluruh ancaman terhadap Anies tersebut dilakukan lewat platform media sosial (medsos).

Baca juga: Kadiv Humas Polri Ungkap Sosok Pelaku Pengancam Anis, Bukan Pendukung Salah Satu Capres

“Jadi begini, sampai hari ini saya hitung, kalau dari media sosial itu ada sekitar 10-11 ancaman. Ancaman itu muncul ketika pertama Pak Anies sedang live di “Desak Anies.”

“Kemudian diteruskan di platform lain di Twitter, kemudian di TikTok ada, di Facebook juga ada,” ujarnya usai menghadiri acara diskusi di Oflan Donnut-Third Coffee, Bangka, Jakarta Selatan, Sabtu (13/1/2024).

Mustofa mengatakan wajah para orang yang mengancam Anies sudah terekspos di medsos.

Bahkan, ada masyarakat yang sudah mengetahui alamat internet protocol (IP) dari orang yang mengancam Anies lewat media sosial tersebut.

Dia pun mengungkapkan orang-orang yang mengancam Anies sudah terdeteksi di beberapa wilayah di Indonesia.

Baca juga: Tak Hanya Anies Baswedan, Ganjar Pranowo Pun Ucapkan Terima Kasih kepada Polisi

“Tapi foto-foto dan bukti ancaman itu memang sudah di-upload di media sosial. Dan wajahnya ada, akunnya ada, dan sudah ada yang men-trace, IP-nya sudah ketemu di mana dia.”

“Saya dapat laporan ada yang berada di perbatasan Indonesia-Malaysia, ada di Sulawesi Utara, di Jawa Timur ada,” ujarnya.

Kendati demikian, Mustofa menyebut Anies enggan untuk melaporkan orang-orang yang mengancam dirinya.

Hal tersebut lantaran masyarakat bakal tergerak sendiri untuk melaporkan orang-orang yang melakukan pengancaman terhadap Anies.

“Oh nggak (Anies tidak melapor). Masyarakat sekarang sudah pandai-pandai, tidak harus Pak Anies yang melapor, nanti kan masyarakat sudah tergerak sendiri ketika melihat seperti itu, apalagi yang bukan delik aduan,” ujarnya. (*) 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com  

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved