Sabtu, 11 April 2026

Anies Baswedan Ingatkan Gen Z di Masjid Salman ITB: Kompetensi Penting, Tapi Integritas Segalanya

Anies Baswedan ingatkan Gen Z soal integritas & meritokrasi dalam ceramah di Masjid Salman ITB. Kompetensi saja tidak cukup tanpa integritas

Penulis: Nappisah | Editor: Ravianto

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Founder Gerakan Indonesia Mengajar, Anies Rasyid Baswedan, memberikan pesan mendalam bagi generasi muda di Masjid Salman, Institut Teknologi Bandung (ITB), Senin (9/3/2026) malam.

Dalam ceramah selepas tarawih tersebut, Anies menyoroti tantangan besar generasi Z dalam menjaga kompas nilai di tengah gempuran dunia digital.

Anies menegaskan bahwa di era disrupsi ini, anak muda tidak hanya hidup di kota fisik, tetapi juga terjebak dalam "kota digital" yang penuh dengan algoritma dan standar kesuksesan semu.

Integritas Sebagai Mata Uang Masa Depan

Di hadapan para mahasiswa dan jamaah, Anies menempatkan integritas sebagai fondasi utama kepemimpinan masa depan. Ia mengingatkan bahwa kompetensi teknis saja tidak cukup untuk membangun peradaban yang adil dan bermartabat.

“Kompetensi penting, tetapi yang paling menentukan adalah integritas. Tanpa itu, kepercayaan akan hilang,” ujar Anies dengan tegas.

Ia menyoroti fenomena "brain drain", di mana banyak anak muda berprestasi memilih berkarier di luar negeri akibat lemahnya sistem meritokrasi dan integritas di dalam negeri.

Anies memperingatkan, jika sistem ini tidak segera diperbaiki, Indonesia akan kehilangan talenta-talenta terbaiknya.

Menatap Indonesia Emas 2045

Anies mengajak generasi Z yang kini berusia sekitar 20 tahun untuk mulai memproyeksikan peran mereka menuju satu abad kemerdekaan Indonesia pada 2045.

Ia berpesan agar standar kesuksesan tidak lagi diukur sekadar dari jumlah likes atau views di media sosial.

"Suatu saat anak cucu akan bertanya, generasi Anda membangun apa? Semoga jawabannya: kami adalah generasi yang mengubah arah peradaban menjadi lebih adil, berintegritas, dan bermartabat," tuturnya.

Dalam ceramahnya, Anies juga mengingatkan bahwa kesalehan pribadi harus bertransformasi menjadi kesalehan sistemik.

Artinya, nilai-nilai keadilan harus mampu diwujudkan dalam sistem hukum, ekonomi, dan budaya agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.(*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved