Banjir Kota Bandung
Fakta Banjir Braga: Ternyata Pernah Terjadi pada 1991, Banjir Lebih Deras dari yang Sekarang
Banjir bandang dan longsor menerjang sejumlah wilayah di Bandung Raya, Kamis (11/1/2024). Di Kota Bandung, banjir terjadi di Kelurahan Braga.
TRIBUNJABAR.ID - Banjir bandang dan longsor menerjang sejumlah wilayah di Bandung Raya, Kamis (11/1/2024). Di Kota Bandung, banjir terjadi di Kelurahan Braga, Kecamatan Sumur Bandung. Empat RW terendam.
Ratusan warga di Kampung Braga bahkan terpaksa dievakuasi oleh para petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung ke toko parfum dan rumah makan. Sebagian sudah lansia. Ada pula yang masih balita.
"Hari ini memang intensitas curah hujan kita tinggi sekali. Memang ada kejadian banjir di beberapa titik yang dilaporkan, ada empat titik, pertama ada di Cikapundung di Braga, Tamansari, Regol. Dago Bengkok itu longsor," ujar Penjabat Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono, saat meninjau banjir di Braga.
Bambang mengatakan, hujan deras juga membuat tanggul Sungai Cikapundung jebol. Ini yang membuat kawasan Braga terendam.
Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga, Diskar PB, dan Dinsos sudah diterjukan.
"Kita turunkan semua, dan tim lagi mengidentifikasi faktor penyebabnya apa. Kami juga melakukan evakuasi. Pengungsian di Sampono sementara waktu, di toko parfum. Cukup banyak, yang penting kita evakuasi kita amankan, nanti kita tangani. Yang utama adalah mencegah adanya korban," kata Bambang.
Bambang mengatakan kontur cekungan Bandung seperti mangkok, dan Kota Bandung berada di dasar dari mangkok tersebut
"Tentunya ini jadi pekerjaan rumah bersama, termasuk bagaimana menangani di hulu. Besok gubernur akan ke sini, beliau yang lebih regional dalam penanganan," katanya.
Ia mengatakan tanggul di Braga ini terakhir diperbaiki pada 2004. Tanggul ini juga sudah terlalu rendah sehingga air sungai bisa meluap.
"Tentunya tanggul ini mungkin harus ditinggikan, besok kita tinggikan dan perkuat struktur buat menahan beban," tuturnya.
Nina Komalasari (50), warga RT 02/08, mengatakan, banjir di Braga mulai terjadi pukul 15.00 WIB dan mulai meninggi pada pukul 17.00 WIB.
"Semenjak siang hujan, jam setengah lima, air tiba-tiba besar, barangkali ada yang jebol jam 5 air masuk rumah," ujar Nina.
Nina mengaku tak sempat menyelamatkan barang-barangnya karena air datang sangat cepat dan langsung merendam rumahnya.
"Tak ada yang bisa diselamatkan barang-barang, baju ganti juga tidak ada semuanya basah," katanya.
Nina mengaku sudah tinggal di Kampung Braga sejak lahir. Seingat dirinya, peristiwa seperti ini pernah terjadi sekitar 1991.
| UPDATE Banjir Braga, Warga Butuh Fasilitas MCK, Apresiasi Langkah Sat-set Pemkot Bandung |
|
|---|
| Pemkot Bandung Akan Bantu Perbaiki Rumah Warga yang Rusak akibat Banjir, yang Rusak Berat Diutamakan |
|
|---|
| Korban Banjir Bandang Braga Bandung Butuh Fasilitas MCK, Kebutuhan Air Bersih Minta Diutamakan |
|
|---|
| Cucu Sempat Terbawa Arus Saat Banjir Tiba-tiba Menerjang Kampung Lamajang Peuntas Bandung |
|
|---|
| Korban Banjir Braga Bandung Sebut Semua Harta Hanyut, Donator Kirim Ayam Penyet Hingga Borong Cuanki |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Warga-Kampung-Braga-mengungsi-akibat-banjir-bandang.jpg)