Sabtu, 2 Mei 2026

Bocah SD Korban Rudapaksa Ingin Jadi Pramugari, Kak Seto Minta Treatment Psikologis yang Optimal

Seto Mulyadi alias Kak Seto datang mengunjungi kediaman korban kasus bocah SD dirudapaksa gerombolan anak punk di Kecamatan Kedokan Bunder, Kabupaten

Tayang:
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNCIREBON/HANDHIKA RAHMAN
Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi alias Kak Seto mengunjungi rumah korban rudapaksa bocah SD oleh gerombolan anak punk di Kecamatan Kedokan Bunder, Kabupaten Indramayu, Jumat (22/12/2023). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Seto Mulyadi alias Kak Seto datang mengunjungi kediaman korban kasus bocah SD dirudapaksa gerombolan anak punk di Kecamatan Kedokan Bunder, Kabupaten Indramayu, Jumat (22/12/2023).

Dalam kunjungannya tersebut, Kak Seto banyak berbincang dengan korban CS (13) yang masih duduk di bangku kelas 6 SD.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) itu juga memotivasi korban agar tidak terus larut dalam kesedihan.

Pada kesempatan itu, Kak Seto juga menanyakan soal mimpi atau cita-cita yang ingin CS raih.

Kepada Kak Seto, CS bercerita ingin menjadi pramugari saat dewasa nanti.

"Ananda ini katanya ingin jadi pramugari," ujar Kak Seto kepada Tribuncirebon.com.

Oleh karenanya, Kak Seto menitipkan treatment psikologis yang optimal kepada korban.

Baca juga: FAKTA BARU Kasus Bocah SD di Indramayu Digilir Gerombolan Anak Punk, Ternyata Tidak Hanya Sekali

Sehingga, secepatnya CS bisa bangkit dan semangat lagi menggapai cita-citanya.

Di sisi lain, Kak Seto juga menugaskan LPAI Indramayu untuk ikut membantu trauma healing kepada korban yang sudah dilakukan oleh pemerintah daerah.

Ia juga percaya tim yang diturunkan oleh Pemda Indramayu mulai dari psikolog dari RS Bhayangkara Losarang hingga Disduk-P3A Indramayu bisa secepatnya mengatasi trauma yang diderita oleh korban.

"Mudah-mudahan ini bisa ditangani serius agar luka-luka yang dialami ananda bisa dipulihkan," ujar dia.

Kasus bocah kelas 6 SD yang digilir gerombolan anak punk di Kabupaten Indramayu ini diketahui menjadi sototan.

CS (13) yang merupakan warga Kecamatan Kedokan Bunder itu diketahui menjadi korban rudapaksa.

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved