Jumlah Kasus DBD di Bandung Tertinggi di Jabar, 49 Meninggal sejak Januari 2023

Kota Bandung menjadi sebagai satu-satunya daerah di Jawa Barat yang menjadi tempat penyebaran nyamuk wolbachia.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Ravianto
Melinda Gates/ Facebook
Melinda Gates melihat cara kerja bakteri Wolbachia lewat mikroskop 

"Jadi sebetulnya baik untuk kita ke depan untuk mengurangi pengembangan nyamuk yang membawa DBD," kata Bey, belum lama ini.

Ia mengatakan akan menggencarkan sosialisasi mengenai manfaat penyebaran nyamuk tersebut di Jawa Barat.

Masyarakat, katanya, tidak usah khawatir karena hal ini terbukti dapat menurunkan kasus DBD.

"Nanti diberitahukan bahwa ini aman, bukan sesuatu yang membahayakan, malah bagus ke depan. Semua akan bertahap, pemerataan sesuai dengan kebutuhan," katanya.

Meski pemerintah memberikan jaminan bahwa penyebaran nyamuk berwolbachia ini aman, epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman sempat mengingatkan Kementerian Kesehatan agar berhati-hati dengan penggunaan metode wolbachia untuk mencegah DBD."

"Kehati-hatian ini, kata Dicky, sangat diperlukan karena data berbasis sains terkait strategi ini belum terlalu kuat. 

Masih ada beberapa potensi melemahnya efektifitas akibat berbagai faktor. 

Dicky lantas mencontohkan, suhu bumi yang semakin panas bisa saja pengaruhi efektivitas wolbachia

"Pada suhu panas, masa inkubasi nyamuk menggigit seseorang terinfeksi itu menjadi pendek. Ini akhirnya tidak terkejar efektifitasnya," kata Dicky, pertengahan November lalu. 

Suhu yang semakin panas ini, menurut Dicky, juga mengurangi perkembangan wolbachia

Padahal, jumlah wolbachia yang cukup banyak dibutuhkan untuk bisa efektif menahan replikasi virus. 

Belum lagi dari faktor virus, berpotensi membentuk mutasi baru yang justru bisa merugikan manusia.

"Sekali lagi hati-hati dalam memilih pendekatan yang melakukan intervensi pada alam," ujarnya. (syarif abdussalam/aisyah nursyamsi)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved