Masyarakat Diimbau Pakai Masker tapi BELUM Wajib, Tak Usah Panik Meski Kasus Covid-19 Naik

Muhadjir meminta masyarakat tidak perlu panik, termasuk dalam menyambut libur panjang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2024 (Nataru).

Editor: Ravianto
Istimewa via TribunJateng
Alih-alih menggunakan masker untuk menutup mulut dan hidungnya, wanita ini malah menggunakan kresek putih. Muhadjir meminta masyarakat tidak perlu panik meski kasus Covid-19 naik menjelang libur panjang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2024 (Nataru). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI (Menko PMK) Prof. Muhadjir Effendy menanggapi soal meningkatnya kasus Covid-19 yang kembali terjadi belakangan ini Indonesia.

Muhadjir meminta masyarakat tidak perlu panik, termasuk dalam menyambut libur panjang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2024 (Nataru).

Dia hanya menyarankan kepada publik yang hendak bepergian atau pulang kampung untuk menerapkan protokol kesehatan semasa Covid seperti penggunaan masker, hanya saja, pemerintah kata dia tidak mewajibkan.

"Kita (pemerintah) sarankan mereka yang akan berpergian untuk melakukan protokol kesehatan, seperti covid terutama pakai masker, rajin cuci tangan kemudian memperhatikan nutrisi termasuk vitamin yang menaikkan imunitas tubuh itu sangat disarankan tetapi tidak diwajibkan jadi tetap kita lakukan," kata Muhadjir kepada awak media saat ditemui di Kemenko PMK RI, Senin (18/12/2023).

Muhadjir juga menegaskan, sebagai upaya untuk menjamin kesehatan masyarakat selama libur panjang Nataru, pemerintah sudah menyediakan 136 posko kesehatan.

Terutama kata dia, di beberapa jalur transportasi untuk perjalanan mudik yang diprediksi puncaknya akan terjadi pada 22 Desember mendatang.

"Karena itu langkah yang harus kita lakukan selama Nataru nanti Kementerian Kesehatan sudah menyediakan pos-pos kesehatan ada 136 titik dari kementerian kesehatan," beber dia.

"Di samping yang lain nanti kita minta dari BNPB, Basarnas, dari Kementerian Dalam Negeri, TNI-Polri juga akan bersama menyiapkan fasilitas yang serupa," sambung Muhadjir.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI (Menko PMK) Prof Muhadjir Effendy merespons soal mulai meningkatnya kembali angka Covid-19 di Indonesia.

Kata Muhadjir, sebagaimana dengan arahan dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) masyarakat tidak perlu khawatir dengan meningkatnya kasus covid tersebut. 

"Kaitannya dengan Covid mulai naik lagi ini sesuai dengan arahan Presiden kita gak usah menciptakan suasana panik kepada masyarakat," kata Muhadjir kepada awak media saat ditemui di Kemenko PMK RI, Senin (18/12/2023).

Pernyataan itu disampaikan oleh Muhadjir sebab menurut dia, varian covid yang saat ini tidak memiliki tingkat bahaya yang tinggi dibanding dengan varian awal.

Atas hal itu, Muhadjir meyakini kalau kondisi mendatang tidak akan kembali pada masa pandemi.

"Covid sekarang ini variannya sudah sangat jauh dari varian utama dan biasanya kalau sudah semakin jauh dari varian utama itu tingkat kebahayaan juga relatif rendah dan Insya allah tidak akan kembali ke masa pandemi," beber dia.

"Kan sekarang ini sudah masa endemi itu artinya yang kemarin pandemi tidak akan hilang sama sekali tetapi juga tidak akan kembali menjadi pandemi," sambung Muhadjir.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved