Senin, 18 Mei 2026

Berita Viral

Update Kasus Penemuan Mayat di Unpri Medan, Mahasiswa yang Diduga Buat Video Hoaks Dilaporkan

Sejumlah mahasiswa yang diduga membuat video hoaks penemuan mayat di dalam bak air lantai 9 Unpri Medan dilaporkan ke polisi.

Tayang:
Penulis: Rheina Sukmawati | Editor: Rheina Sukmawati
TRIBUN-MEDAN/TIKTOK @yuhuyy_09
Enam mahasiswa Unpri Medan memberikan klarifikasi terkait video viral penemuan diduga dua mayat di lantai 9 lingkungan kampus. 

TRIBUNJABAR.ID - Sejumlah mahasiswa yang diduga membuat video hoaks penemuan mayat di dalam bak air lantai 9 Universitas Prima Indonesia (Unpri) Medan dilaporkan ke polisi.

Selain itu, laporan tersebut juga berisi terkait video dari enam mahasiswa Unpri Medan yang menyebut bahwa video viral penemuan mayat di dalam bak air itu hoaks.

Laporan tersebut dibuat atas nama Fazarman, dan diterima polisi pada Jumat (15/12/2023) dengan nomor LP/B/4181/XII/2023/SPKT/Polrestabes Medan/Polda Sumatera Utara.

Menurut Fazarman, akibat beredarnya kedua video tersebut, terjadi kegaduhan di tengah masyarakat.

"Lalu (video kedua terkait) video klarifikasi pada 13 Desember 2023, yang menyatakan bahwa video (pertama) tersebut bukan lah mayat, melainkan manekin," ungkap Fazarman dalam keterangannya, dilansir dari Kompas.com pada Sabtu (16/12/2023).

"Ini lah yang membuat kegaduhan, makanya kami membuat laporan," sambungnya.

Fazarman menuturkan, ada enam mahasiswa yang mengaku menyebarkan video bohong sesuai seperti pada klarifikasi yang beredar.

Dengan itu, Fazarman berharap bahwa polisi bisa segera memproses laporannya.

"(Laporannya terkait) Dugaannya penyebaran berita bohong atau hoax," tutur Fazarman.

Baca juga: Kasus Penemuan Mayat di Unpri Medan Belum Berakhir, Kini Beredar Video Mobil Pickup Bawa Bak Biru

"Karena ada ketidaksesuaian dari dua video itu dan membuat kegaduhan di masyarakat," sambungnya.

Terpisah, Kasatreskrim Polrestabes Medan, Kompol Teuku Fathir mengaku pihaknya telah menerima laporan tersebut.

"Sudah kami terima (laporannya). Ini kami segera lakukan penyelidikan," ujar Fathir melalui pesan singkat.

Sebagai informasi, kasus ini bermula ketika adanya video viral yang memperlihatkan penemuan dua mayat di dalam bak air yang berada di lantai 9 Unpri Medan.

Kendati demikian, polisi tidak menemukan adanya bak air maupun mayat sebagaimana dalam video viral tersebut.

Tetapi saat penyelidikan, polisi menemukan lima mayat bertumpuk di sebuah bak di lantai 15.

Terkait penemuan mayat tersebut, pihak kampus mengklarifikasi bahwa itu adalah kadaver.

Begitu pula dengan pihak kepolisian yang menyatakan bahwa kadaver itu diperoleh secara legal.

Sebuah video memperlihatkan detik-detik ditemukannya dua mayat di bak air yang berada di Unpri Medan, Sumatra Utara, beredar viral.
Sebuah video memperlihatkan detik-detik ditemukannya dua mayat di bak air yang berada di Unpri Medan, Sumatra Utara, beredar viral. (Istimewa)

Kendati demikian, kasus ini belum berakhir dan polisi tetap memeriksa terkait adanya video viral penemuan mayat di dalam bak air berwarna biru.

Video Klarifikasi

Sebelumnya, beredar video klarifikasi dari sekelompok pria yang mengaku sebagai mahasiswa Unpri Medan.

Video tersebut diunggah oleh akun TikTok @yuhuyy_09 pada Selasa (12/12/2023).

Salah seorang pria yang berdiri di tengah, mewakilkan teman-temannya memberikan pernyataan di depan kamera.

"Melalui video klarifikasi ini, kami mahasiswa Unpri menyatakan bahwasanya kami memohon maaf sebesar-besarnya atas penyebaran video yang tampak teman saya Heryanto," katanya di dalam unggahan tersebut.

Baca juga: Apa Itu Cadaver yang Viral Gara-gara Kasus Penemuan Mayat di Unpri, Ini Penjelasan Ahli Anatomi

Ia menjelaskan bahwa, rekaman video yang memperlihatkan dugaan adanya mayat di dalam bak air tersebut merupakan hoaks.

Katanya, isi di dalam bak air tersebut merupakan boneka dan bukan mayat manusia.

"Properti di dalam video tersebut merupakan manekin ataupun boneka bukan mayat. Video yang beredar merupakan hoaks, dan telah membuat keresahan dari banyak pihak beberapa waktu lalu," sebutnya.

Lebih lanjut, dia juga meminta maaf jika telah menyebarkan video tersebut yang membuat kehebohan di tengah masyarakat.

"Demikian pernyataan dan klarifikasi ini kami buat dengan sadar tanpa paksaan sebagai bentuk penyesalan terhadap tindakan yang kami lakukan," ucapnya.

"Kami mohon maaf sebesar-besarnya kepada pihak yang dirugikan, atas perhatian dan kelapangan nya kami sampaikan terimakasih," lanjutnya.

(Tribunjabar.id/Rheina Sukmawati) (Kompas.com/Rahmat Utomo)

Baca berita Tribunjabar.id lainnya di Google News.

Sumber: Kompas
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved