Sabtu, 2 Mei 2026

Adat Ngarot Indramayu: Melihat Cantiknya Gadis-gadis Bermahkota Bunga dalam Pesta

Pesta adat Ngarot kembali digelar. Tradisi ini digelar sebagai wujud rasa syukur akan hasil panen yang melimpah.

Tayang:
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Januar Pribadi Hamel
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Kemeriahan pesta adat Ngarot di Desa/Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, Rabu (13/12/2023). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Pesta adat Ngarot kembali digelar. Tradisi ini digelar sebagai wujud rasa syukur akan hasil panen yang melimpah.

Adat Ngarot ini biasa digelar setiap menjelang musim tanam tiba.

Adapun waktu dilaksanakannya adat Ngarot adalah hari Rabu pada Desember, minggu ketiga setiap tahunnya.

Tanggal tersebut dianggap masyarakat sebagai tanggal yang keramat.

Baca juga: Meriahnya Budaya Ngarot di Desa Lelea Indramayu, Masih Dilestarikan hingga Sekarang

Hal ini berkaca pada kepercayaan petani yang menganggap hari baik untuk mengawali masa tanam.

Dalam Ngarot ini, gadis-gadis tampak cantik dan mengenakan mahkota bunga, mereka disebut kasinoman cuene.

Sementara para pemuda mengenakan baju adat komboran hitam yang merupakan pakaian adat petani, mereka disebut kasinoman bujang.

Sedari Subuh masyarakat di Desa/Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu sudah mulai sibuk. Mereka bersiap untuk ikut acara ngarot.

Baca juga: Boneka Ikonik Jepang Versi Gadis Ngarot Buatan Warga Binaan Lapas Indramayu, Lucu-lucu dan Imut

Kepala Desa Lelea, Raidi mengatakan, ada sebanyak 70 kasinoman cuene dan 50 kasinoman bujang.

"Totalnya seluruhnya ada 120 bujang dan cuene," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Rabu (13/12/2023).

Raidi menjelaskan, adat ngarot menjadi pesta bagi muda-mudi Desa Lelea yang masih perawan dan perjaka.

Prosesi upacara Ngarot awal mulanya dilaksanakan dimulai dari rumah kuwu atau kepala desa sebagai tempat pemberangkatan.

Para gadis dan perjaka lalu diarak dengan tujuan akhir di balai desa, Kuwu Desa Lelea memimpin langsung proses arak-arakan tersebut.

Dalam perjalanan menuju balai desa, orang dewasa berkumpul di sepanjang jalan menonton arak-arakan.

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved