Tedy Rusmawan Apresiasi Program Padat Karya Mapag Hujan dan Pengolahan Sampah Organik
Menùrut Tedy, warga antusias ikut program Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung karena selain lingkungan bersih warga dapat upah.
Penulis: Tiah SM | Editor: Kemal Setia Permana
Laporan Wartawan TribunJabar.id Tiah SM
TRIBUNJABAR.iD , BANDUNG - Ketua DPRD Kota Bandung, Tedy Rusmawan, merasa terharu melihat kekompakan warga Bojongloa Kaler bersihkan sungai dan gorong gorong.
"Bersihkan sungai program padat karya mapag hujan sangat bermanfaat, makanya saya sebagai anggota DPRD sangat mendukung," ujar Tedy di ruang kerjanya, Rabu (08/11/2023).
Menùrut Tedy, warga antusias ikut program Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung karena selain lingkungan bersih warga dapat upah.
Tedy mengatakan padat karya mapag hujan lebih keren lagi karena warga memberikan bantuan berupa makanan dan tenaga walau tidak masuk dalam program.
Tedy menilai padat karya mapag hujan sangat bermamfaat makanua harus digelar rutin untuk mencegah banjir karena sampah cukup banyak diangkut dalam sungai.
"Pemkot jiuga harus berikan edukasi kepada masyarakat melarang buang sampah ke sungai," ujar Tedy.
Warga sangat berterima kasih kepada Tedy Rusmawan yang telah mendukung program padat karya sehingga warga mendapatkan penghasilan.
Warga minta program padat digelar tiap tahun dan menyebar ke seluruh kecamatan.
Tedy akan memperjuanglan permintaan warga terkait program padat karya digelar rutin.
"Warga sangat senang dapat kerjaan padat karya sehari upahnya Rp133 ribu makanya saya dukung Disnaker agar kembali mengalokasikan program padat karya, " ujar Tedy.
Manfaat program Padat Karya gorong-gorong, anak sungai dan drainase di lingkungan mereka menjadi bersih.
Menurut Tedy di Bojongloa Kaler, saat musim kemarau baunya luar biasa.
"Adanya kegiatan padat karya mapag hujan jadi bersih dan baunya berkurang jauh," ungkap Tedy.
Kegiatan Mapag Hujan muncul dari kolaborasi masyarakat setempat dimana aparat dan masyarakat saling mendukung.
"Konsumsi juga tidak hanya dari yang dianggarkan, banyak masyarakat yang membantu, udunan ada yang ngasih makanan dan lainnya. Jadi, kolaborasinya muncul," tuturnya
Sementara itu Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung, Andri Darusman mengatakan, program Padat karya tidak hanya mapag hujan tapi terus.digulirkan untuk memulihkan eknomi.
Bahkan kini digelar program padat karya pengolahan sampah organik. Sebanyak 604 orang direkrut untuk menjadi petugas pengolah sampah organik yang disebar ke 151 Kelurahan di Kota Bandung.
Selain itu, juga terdapat 50 orang pendamping. Volume sampah organik yang di Kota Bandung memerlukan banyak model pengolahan agar dapat terserap dan tidak berakhir ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Apalagi Kota Bandung saat ini masih dalam masa darurat sampah.
"Kita mengusulkan pengolahan sampah berbasis padat karya. Kita memperkerjakan banyak orang untuk pengolahan sampah ini," ujarmya.
Andri mengatakan, para petugas tersebut merupakan usulan dari Kelurahan. Mereka diberikan pelatihan cara cara pengolahan sampah di wilayahnya.
Mereka, lanjut Andri, pengolahan sampah organik dengan berbagai metode seperti magot, komposter, loseda, bata terawang dan berbagai metode lainnya.
"Setelah diberikan materi selama 2 hari, setelah itu langsung praktek pengolahan sampah," ujarnya.
Para petugas tersebut, kata Andri, akan mulai bekerja mulai dari 11 November 2023 sampai dengan 31 Desember 2023 atau 50 hari kerja, dengan upah Rp133.600 per hari.
Targetnya, petugas tersebut dapat mengolah sebanyak 1 ton sampah organik perhari perkelurahan atau 151 ton sampah organik perhari perkelurahan.
"Targetnya pengolahan sampah organik bisa tercapai 1 ton per kelurahan, 151 ton per hari sampah organik bisa terolah," katanya.
Tak hanya itu, para petugas dan pendamping juga melakukan edukasi dan sosialisasi terkait pemilahan sampah kepada masyarakat bekerja sama dengan aparatur kelurahan dan kecamatan. (*)
Dua Anggota DPRD Kota Bandung PAW Dilantik, Ketua Jamin Kinerja Berjalan Baik |
![]() |
---|
Edwin Senjaya Soroti Selisih Gaji Pegawai PDAM Tirtawening, Desak Plt Dirut Segera Tuntaskan |
![]() |
---|
Respons Wakil Ketua DPRD Soal Farhan yang Tolak Usulan Gubernur untuk Bongkar Teras Cihampelas |
![]() |
---|
Wacana Penggantian Nama Bandung Barat, Anggota DPRD Jabar Minta Perhatikan Dampak Administrasinya |
![]() |
---|
Sekda Definitif Resmi Dilantik, Pemkot Bandung Dapat Dukungan Penuh DPRD |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.