Berpetualang Memanjat Tebing Besar di Indonesia Hingga Ke Amerika
Keseruan para climber memanjat tebing tak hanya di Indonesia tapi hingga ke Amerika
Penulis: Nappisah | Editor: Siti Fatimah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Indonesian Bigwall Expedition salah satu komunitas yang mewadahi bagi para pemanjat yang orientasinya ke tebing-tebing besar.
Team Manajer IBEX, Sofyan Arief Fasa menuturkan salah satu kegiatan yang sering dilakukan dengan para anggota manjat ke tebing alam untuk berpetualang.
"Sampai saat ini ada 100 orang anggota yang tersebar di berbagai daerah. Karena kita merecrute teman-teman yang ada di daerah memiliki ketertarikan di panjat tebing," ujarnya saat ditemui Tribunjabar.id di Bandung Creative Hub, Senin (9/10).
Menurutnya, mayoritas anggota merupakan atlet atau tergabung dalam komunitas pencinta alam.
Baca juga: Mengenal Olahraga Panjat Tebing, Manfaatnya Latih Kebugaran Tubuh dan Kesehatan Mental
"Kita rangkul untuk latihan bareng, sering berbagi pengalaman yang ditayangkan melalui video di kanal Sosial Media maupun secara langsung," ujarnya.
Ia menuturkan, kegiatan tersebut semata-mata membangkitkan kembali para climber panjat tebing. Sebab, dirasa saat ini peminatnya cukup berkurang.
"Agar banyak yang tertarik untuk berpetualang di big wall, tidak hanya di papan saja," katanya.
Kedepan, IBEX akan mengadakan acara edukasi tahap awal memanjat.
"Akan keliling di pulau Sumatera, dari mulai Lampung hingga Aceh," ungkapnya.
Menyajikan sebuah cerita pemanjatan para wanitatangguh di tebing Batu Daya. Pemanjatan ini merupakan First Ascent All Team women pertama di jalur Multi pitch Sport Batu Daya.
Ia menambahkan, bagi pemanjat tebing yang menyukai big wall ekspedisi ke Yosimite wajib dijajal pemanjat seluruh dunia.
"Dari seluruh dunia tempat ini seperti Makkah yang wajib didatangi," ucapnya.
Dalam ekspedisinya, IBEX menjajal dua jalur legendaris The Nose dan Free Rider di tebing El Capitan, Yosemite Valley dan tebing Incredible Hulk dan Sierra Nevada sebagai penutup rangkaian perjalanan
"Kita baru pulang dari tebing di daerah Kabupaten Kapuas Hulu di provinsi Kalimantan Barat, hasil ekspedisi akan kami tampilkan melalui video dokumenter," ucapnya.
Baca juga: Sosok Veddric Leonardo Atlet Panjat Tebing yang Pecahkan Rekor Dunia, Diapresiasi Presiden Jokowi
Cerita Climber IBEX Yogi, Jajal Tebing Tinggi di Indonesia hingga Tebing di Amerika
Olahraga ekstrem panjat tebing memberikan pengalaman menarik bagi para climbers.
Selain mengasah adrenalin, panjat tebing melatih kemampuan keseimbangan tangan dan kaki.
Atlet Climber dari Indonesia Big Wall Expedition (IBEX) Yogi Sugiantoro, menceritakan pengalaman berkesannya saat menjajal tebing.
"Sangat berkesan itu di tebing Batu Daya Kalimantan, lokasinya sendiri jarang orang datang ke sana," ujarnya, saat ditemui Tribunjabar.id di Bandung Creative Hub, Senin (9/10).
Bahkan, kata dia, untuk dijadikan destinasi masyarakat sekitar masih awam. Bagi wisatawan, dapat menambah pengalaman baru dengan mengenal tradisi adat setempat.
Bukit Batu Daya memiliki ketinggian 958 meter di atas permukaan laut dan masuk wilayah Taman Nasional Gunung Palung (TNGP).
"Di sana kita belajar kultur adat setempat," ujarnya.
Baca juga: Video detik-detik spiderman Indonesia Pecahkan Rekor di Perancis, 5 Detik Panjat Tebing 15 Meter
Terdapat tiga buah batu besar jaraknya saling berdekatan. Di belakang Batu Daya disebut dengan"Kuang Kande”.
Tak hanya batu besar, terdapat batu yang paling kecil bentuknya menyerupai kepala unta, biasa disebut dengan “Belah Ullu”.
Bila dilihat dari bagian atas, terdapat tonjolan batu yang berbentuk seperti kandang ayam disebut dengan “Raban Manok".
"Dari segi transportasi, jalan akomodasi itu masih sulit. Listrik pun tidak semua merata," katanya.
Menurutnya, Bukit Batu Daya bebatuan keras dan sangat curam.
"Salah satu tebing tinggi di Indonesia dengan kesan paling terbaik," ucapnya.
Yogi tak akan pernah lupa, ketika berkesempatan mengharumkan Indonesia di kancah Internasional.
"Team IBEX jadi pemanjat Indonesia pertama yang memanjat jalur Free rider El Capitan - Yosemite merupakan jalur yang di panjat oleh pemanjat dunia Alex Honnold," katanya.
Karena di kawasan El Capitan terdapat beberapa jalur pemanjatannya, salah satunya jalur The Nose.
"Di Jalur The Nose, team IBEX jadi Pemanjat kedua setelah tahun 1980an oleh Djati Pranoto dan Almarhum Sandy Febyanto," tuturnya.
"Ekspedisi ke Yosimite wajib dijajal pemanjat seluruh dunia. Dalam ekspedisinya, IBEX menjajal dua jalur legendaris The Nose selama empat hari dan Free Rider di tebing El Capitan selama empat hari.
Kemudian, Positive Vibration, Incredible Hulk, high Sierra selama satu hari sebagai penutup rangkaian perjalanan," paparnya.
"Paling berkesan berkesempatan sebagai pemuda merasakan manjat di sana. Karena diperuntukan untuk orang-orang yang lihai atau terbiasa melakukan ekspedisi alam," tuturnya.
Ekspedisi ini dilakukan pada Juli 2023 di tebing Yosemite dan jalur tebing incredible hulk berada di California, Amerika.
"Waktu itu bisa merasakan salju sangat seru, dari segi tracking perjalanan memang sangat beekesan bagi saya hanya seorang pemuda," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ilustrasi-climber-Ibex-memanjat-tebing.jpg)