Minggu, 10 Mei 2026

Bantu Redam Potensi Perang Antar Suporter, Peneliti Unpad: Atlet Aktif Mengelola Reputasi Online

Peneliti Unpad Himbau Atlet Indonesia Aktif Mengelola Reputasi Online untuk Meredam Potensi Perang Antar-Suporter

Tayang:
Editor: Siti Fatimah
PSSI.org
ilustrasi - Suporter 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Peneliti Universitas Padjadjaran Hanny Hafiar menghimbau atlet tanah air untuk aktif mengelola reputasi online. Selain berprestasi di bidangnya, para atlet perlu aktif memanfaatkan media sosial. Bahkan, temuan risetnya menemukan sportivitas atlet di lapangan yang dijadikan konten di media sosial berpotensi mampu meredam potensi perang antar-suporter.

Dosen Prodi Hubungan Masyarakat-Fikom Unpad ini menekankan perlunya athlete branding strategy di Indonesia.

Mengutip hasil kajian Akiko Arai, lanjutnya, athlete branding strategy memiliki tiga dimensi yakni athlete performance, athlete appearance, dan marketing lifestyle. 

Ia mengkritik konten media sosial atlet Indonesia lebih ke arah atlet appearance & marketing lifestyle. Foto atau visualisasi di medsos lebih banyak bersifat penonjolan penampilan diri.

Baca juga: Rombongan Suporter Mengamuk, Ricuh hingga Lempari Minimarket usai Laga Persis vs PSIS

“Saat ini supporter remaja di Indonesia lebih menyukai konten yang bersifat athlete performance di media sosial. Secara umum memang eksposure informasi yang berisi athlete performance berpengaruh pada peningkatan sportivitas supporter olahraga. Para supporter cenderung meniru karakteristik atlet favorit mereka,” jelasnya dalam podcast Hasil Riset dan Diseminasi (HaRD Talk) Universitas Padjadjaran.

Dia melanjutkan, athlete performance terbagi atas empat indikator yakni kemampuan olahraga (athletic expertise), keunikan gaya bertanding (competition retile), sportivitas (sportsmanship), dan persaingan (rivalry). 

“Diantara keempat indikator tersebut, hasil riset kami menunjukkan suporter Indonesia lebih menyukai konten media sosial yang bertema sportivitas dan rivalry,” paparnya.

Berdasarkan hasil pengujian atas tiga kali penyebaran angket yang dilakukan secara bertahap, tim peneliti menemukan peningkatan jiwa sportivitas atlet di lapangan, mempengaruhi jiwa sportivitas yang ditampilkan oleh para supporter di media sosial. Oleh karena itu para atlet perlu perbanyak konten-konten bermuatan sportivitas.

Peneliti Universitas Padjadjaran Hanny Hafiar
Peneliti Universitas Padjadjaran Hanny Hafiar (istimewa)

“Ternyata sportivitas offline yang diterapkan para atlet juga berpengaruh pada sportivitas online para suporternya,” kata Hafiar.

Hafiar memaparkan konten bermuatan sportivitas dapat ditampilkan melalui bermain fairplay, sikap menghargai wasit, sikap supporter yang menghargai tim lawan, dan sikap yang baik antar-pemain. 

Baca juga: Buntut Kericuhan Suporter, Pemkot Bakasi Takkan Beri Izin Laga Persija vs Persib di Chandrabaga

“Potret atlet yang bermain secara fairplay perlu menjadi konten di media sosial agar bisa menginspirasi suporter. Hal ini dapat meningkatkan sprotivitas supporter saat berinteraksi di media sosial. Diharapkan dapat menurunkan tensi atau potensi konflik antar-suporter,” paparnya

Dalam membuat unggahan, lanjut Hafiar, para atlet pun dianjurkan untuk selalu konsisten, serta senantiasa mematuhi standar yang telah ditentukan pada tahap awal.

Kebiasaan ini perlu diterapkan agar image dan reputasi mereka dapat terbangun secara efektif, sesuai target sasaran. 

Tak hanya itu, para atlet juga perlu memperhatikan aspek informatif, edukatif, dan persuasif dalam berkomunikasi di media sosial.

Meski aspek hiburan juga penting, para atlet sebaiknya tetap memegang erat tanggung jawab mereka sebagai figur publik, dengan tetap fokus mempromosikan gaya hidup yang sehat bagi tubuh dan pikiran.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved