Kamis, 7 Mei 2026

Pilpres 2024

Ridwan Kamil Makin Santer Jadi Pendamping Ganjar, Petinggi Golkar: Tak Mudah Melarang Orang Maju

Mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) masuk dalam radar bakal calin wakil presiden pendamping Ganjar Pranowo. Golkar tak bisa melarang.

Tayang:
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Kisdiantoro
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meninjau penyelenggaraan West Java Festival (WJF) 2023 di kawasan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (2/9/2023). Ridwan Kamil santer akan dijodorhkan dengan Ganjar Pranowo dari PDIP untuk Pilpres 2024. 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) masuk dalam radar bakal calin wakil presiden pendamping Ganjar Pranowo.

Sejumlah sinyal upaya PDIP menjajaki Ridwan Kamil agar gabung dengan partai pimpinan Megawati Sukarnoputi terlihat jelas.

Bahkan Ridwan Kamil sendiri mengakui didekati PDIP dan sejumlah partai lain untuk menjadi calon wakil presiden.

Bagaimana komentar pimpinan Partai Golkar? Sebab, Ridwan Kamil adalah kader Partai Golkar.

Ketua Dewan Pakar Partai Golkar, Agung Laksono menanggapi isu sosok eks Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang masuk radar calon wakil presiden (Cawapres) mendampingi Ganjar Pranowo.

Baca juga: Ridwan Kamil tidak Memiliki Catatan Loyal kepada Partai, Kata Pengamat Politik

Di tengah isu itu, Agung Laksono mengharapkan, adanya aksi solidaritas partai maupun kekompakan yang tetap terjaga.

Meskipun, ia tak bisa melarang seseorang termasuk RK untuk maju dalam berkarya.

"Justru saya harapkan tetap terjaga solidaritas partai, tetap jaga kekompakan, tapi kami juga tidak mudah untuk melarang-larang orang untuk maju karyanya, walaupun kami berharap kita tetap satu perahu bersama-sama dalam koalisi Indonesia maju ini," ujar Agung Laksono saat ditemui di Kantor Kelurahan Pekiringan, Kota Cirebon, Jawa Barat, dalam suatu acara, Sabtu (9/9/2023).

Di sisi lain, kata Agung, hak secara individu terhadap siapapun untuk menyatakan sikap, termasuk di ranah politik.

Namun jika telah berbicara partai, hal itu tidak bisa dilakukan.

"Kalau individu kan, kami tidak bisa apa-apa, kalau secara partai juga gak bisa, karena partai sudah menetapkan mengusung Pak Prabowo Subianto, sedangkan wapresnya tunggu di internal koalisi," ucap pria yang kini anggota Dewan Pertimbangan Presiden sejak 13 Desember 2019 itu.

Diketahui, kata mantan Ketua DPR RI itu, bahwa mencuatnya RK untuk mendampingi Ganjar Pranowo terjadi di tubuh PDI Perjuangan itu sendiri.

Sementara, Golkar saat ini terus mengadakan peningkatan bersama partai koalisi, sehingga menghasilkan presiden di Pilpres 2024 mendatang.

"Ya kalau realistis atau tidaknya tanya kepada yang mengajukan, karena yang mengajukan juga bukan dari partai Golkar."

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved