New Desa Brilian Batch 2 2023 Dorong Pemberdayaan Desa dengan Sinergi dan Kolaborasi
New Desa Brilian Batch 2 2023 mendorong pemberdayaan desa-desa dengan sinergi dan kolaborasi
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Percepatan pembangunan perdesaan tidak bisa semata hanya mengandalkan kekayaan demografis suatu desa. Diperlukan, pendekatan berbeda melalui sinergi dan kolaborasi antara kekuatan eksternal dengan pengetahuan lokal untuk mengakselerasi perekonomian di perdesaan.
Ketua Pusat Studi Manajemen dan Bisnis Fakultas Ekonomi dan Bisnis (LMFEB) Universitas Padjadjaran Yudi Ahmad Faisal mengatakan potensi desa sangat luar biasa meliputi pariwisata, pertanian, perdagangan, peternakan.
Namun seringkali persoalannya bukanlah di potensi, tetapi faktor-faktor diluar kekayaan geografis tersebut.
Sehingga perlu didisain berbagai program yang relevan.
Baca juga: Kontribusi Program Desa Brilian Dukung Percepatan Kemajuan Desa di Indonesia
Tidak hanya dari sisi kebaruan dan kebutuhan masyarakat modern, namun, juga dari kebutuhan spesifik masyarakat desa.
Untuk mendisain program yang relevan tersebut dibutuhkan sinergi dan kolaborasi dari beragam pihak.
Mengutip rilis the New Logic of Competition atau logika baru kompetisi di abad ini dari Boston Consulting Group (BCG), Yudi mengatakan, mengenai pentingnya bersinergi dan berkolaborasi untuk memenangkan keunggulan kompetitif di zaman sekarang.
Namun, lanjutnya, tak jarang program pemberdayaan Desa seringkali tidak optimal karena adanya gap antara maksud Lembaga donor dengan kebutuhan nyata Desa, serta seringkali memposisikan Desa sebagai objek yang perlu ditolong bukan sebagai mitra strategi untuk maju bersama.
“Oleh karena itu, pendekatan personal dan emosional (personal dan emotional approach) seringkali lebih efektif dalam program pemberdayaan. Dengan memposisikan Desa sebagai mitra strategis akan lebih berdampak daripada menjadikan Desa hanya sebagai objek pemberdayaan,” ujarnya disela Inaugurasi New Desa Brilian Batch 2 tahun 2023, di Bandung, belum lama ini.
Ia menambahkan dengan bersikap empatik dirasa lebih efektif untuk menggali berbagai isu-isu desa yang berpotensi menjadi penghalangan kemajuan desa.
Sehingga para pemberdaya dari Perguruan Tinggi mampu memberikan resep yang sesuai dengan diagnosis di lapangan.
Terkait dengan New Desa Brilian Batch 2, Yudi mengatakan telah melaksanakan pelatihan selama kurang lebih 2 bulan melalui 11 kali kelas online.
Baca juga: Dukung Penguatan Ekonomi Desa, BRI Kolaborasi dengan LMFEB Unpad Gelar Deepening Desa Brilian
Sebanyak 395 Desa yang tergabung dengan 40 Desa terbaik dipilih setelah mengikuti pelatihan tersebut dan 15 Desa akan didampingi Unpad dan BRI selama 2 minggu baik secara online maupun offline.
“New Desa Brilian Batch 2 tahun 2023 ini diharapkan dapat mengoptimalkan intrinsic values yang telah dimiliki oleh Desa-Desa di Indonesia. Berbagai nilai yang ada di Desa seperti kearifan lokal, kekayaan sumber daya alam dan lingkungan, keramahtamahan Masyarakat, gotong-royong, dan sikap untuk belajar merupakan modal sosial yang perlu dilekatkan dalam kelembagaan-kelembagaan yang ada di Desa termasuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa).” katanya.
Head of Social Entrepreneurship & Incubation Division Bank BRI Dani Wildan mengatakan pendampingan yang dilakukan dapat dimanfaatkan masing-masing desa untuk dapat lebih mengembangkan potensi yang ada di desa dan bersama-sama mencari solusi terbaik atas permasalahan-permasalahan dan tantangan-tantangan yang ada di desa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Inaugurasi-New-Desa-Brilian-Batch-2-tahun-2023.jpg)