Rajiv : Caleg Family Hanya Ciptakan Dewan Perwakilan Keluarga Bukan Dewan Perwakilan Rakyat

Menjelang masa kampanye pemilihan anggota legistatif 2024, sejumlah strategi mulai dilakukan partai politik

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Ichsan
dok.pribadi
Rajiv : Caleg Family Hanya Ciptakan Dewan Perwakilan Keluarga Bukan Dewan Perwakilan Rakyat 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID - Menjelang masa kampanye pemilihan anggota legislatif 2024, sejumlah strategi mulai dilakukan partai politik untuk memeriahkan kontestasi Pemilu 2024.

Banyaknya strategi yang dilakukan oleh calon legislatif dengan mengikutsertakan anggota keluarganya untuk menjadi caleg menjadi sorotan sejumlah politikus. Salah satunya dari Ketua Dewan Pertimbangan Partai NasDem Jawa Barat, Rajiv.

Rajiv sangat menyayangkan banyaknya caleg family karena dinilai akan membentuk sebuah dinasti atau kerajaan legislatif yang nantinya membuat kemunduran bagi demokrasi di tanah air.

"Sekarang kan banyak caleg family, contohnya ayahnya maju di Pileg DPR RI, anak-anaknya jadi caleg di DPRD Jabar atau pun DPRD kabupaten/kota, hal ini sangat disayangkan karena pencalonan legislatif seperti ini ingin membentuk kerajaan atau dinasti karena bukan lagi dewan perwakilan rakyat tapi dewan perwakilan keluarga. Jika hal ini terjadi, demokrasi di Indonesia mundur", ujar Rajiv setelah menggelar acara Hajat Lembur di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Minggu (20/08/23).

Baca juga: Ribuan Warga Pangalengan Hadiri Hajat Lembur yang Digelar Calon Anggota DPR RI dari Nasdem Rajiv

Rajiv yang juga calon anggota DPR RI dapil 2 Jawa Barat ini pun mengkhawatirkan nantinya akan ada pilih kasih setelah caleg family ini terpilih.

"Ya saya cuma khawatir jika nantinya terpilih, dewan family tidak akan memperhatikan masyarakat, karena tidak menutup kemungkinan dewan family ini pilih kasih dan hanya akan memperhatikan keluarganya saja", kata Rajiv.

"Cost politik untuk satu orang tidak murah loh, apalagi ini dua atau tiga orang harus dibiayai oleh satu family, karena jika terpilih dikhawatirkan hanya berpikir ingin mengembalikan cost politik yang sudah dikeluarkan dan tidak memikirkan masyarakat yang sudah memilihnya, hal hal seperti ini jangan sampai terjadi lah," kata Rajiv.

Rajiv pun mengajak masyarakat untuk bisa memilih wakil rakyatnya yang nantinya tidak pilih kasih dalam memperhatikan nasib nasib masyarakat, sehingga dewan family ini jangan terjadi dan seharusnya partai yang memiliki calon dewan family ini memberikan kesempatan bagi kader kadernya agar bisa berkontribusi bagi partainya jangan sampai mengajak anaknya yang minim pengetahuannya soal politik ataupun tidak memahami politik.

Baca juga: Rajiv dan Warga Pangalengan Sepakat Tolak Politik Uang, Suara Rakyat Tak Ternilai Harganya

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved