PENTING ! Metode DSA Bukan Cuci Otak pada Penderita Stroke, Begini Kata Dokter Neurologi RS Mayapada
Tindakan yang bisa dipilih untuk mengidentifikasi dimana letak gangguan tersebut di pembuluh darah otak adalah dengan tindakan Cerebral Angiografi
Penulis: Daniel Andreand Damanik | Editor: Darajat Arianto
Laporan Wartawan Tribun Jabar Daniel Andreand Damanik
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Penderita stroke tentunya ingin kembali sembuh dan pulih seperti sedia kala dengan berbagai cara atau metode.
Stroke merupakan penyakit pada pembuluh darah, bisa terjadi akibat penyempitan hingga penyumbatan total atau pecahnya pembuluh darah otak baik yang ukuran kecil, sedang ataupun yang besar.
Tindakan yang bisa dipilih untuk mengidentifikasi dimana letak gangguan tersebut di pembuluh darah otak adalah dengan tindakan Cerebral Angiografi yang memakai mesin Digital Subtract Angiography (DSA).
Menurut dokter Neurologi RS Mayapada Hospital Bandung, dr. Condrad Pasaribu, Sp.N (K), FINS, DSA adalah teknik pemeriksaan diagnostik invasif menggunakan sinar x dengan pemakaian kontras dan juga pengencer darah untuk mencitrakan gambaran pembuluh darah di leher dan otak.
Hal ini untuk mengevaluasi apakah ada penyempitan, penyumbatan, pelebaran atau adanya abnormalitas lain seperti aneurisma, malformasi pembuluh darah (AVM) pada pembuluh darah arteri dan vena.
Baca juga: Gelorakan Safe Running, Mayapada Sediakan Pelayanan Kesehatan Maksimal untuk Pelari
Untuk melakukan angiografi dibutuhkan mesin C "arm".
Pemeriksaan Cerebral Angiografi digunakan untuk mengevaluasi dan mendiagnosis beberapa penyakit, seperti stroke, tumor, hingga penyakit pada pembuluh darah lainnya.
Saat melakukan pemeriksaan Angiografi, Dokter Condrad Pasaribu menjelaskan gambarannya itu berupa video dan bersifat real time.
" Dengan memakai kontras, maka gambaran jejaknya, kita dapat melihat aliran di fase arteri, kapiler, dan vena dari pembuluh darah, sehingga kita akan mendapatkan suatu proses flow di otak yang utuh,"ujarnya saat wawancara dalam program Tribun Health.
Pemeriksaan DSA (angiografi) santer disebut sebagai metode 'cuci otak', untuk membersihkan plak pada pembuluh darah otak.
Tetapi menurut dr. Condrad Pasaribu, Sp.N (K), FINS, pemeriksaan angiography ini tujuannya untuk diagnostik dan sarana terapeutik.
"Misalnya jika didapatkan gangguan pada pembuluh darah, berupa penyempitan lebih dari 70 persen di pembuluh darah leher, dapat dilakukan tindakan ballooning dan pemasangan stent dengan bantuan angiografi, yang tujuannya untuk mencegah terjadinya stroke ulang," ujarnya.
"Misalnya ada pasien yang datang karena sakit kepala hebat atau lemah anggota gerak karena stroke, yang disebabkan pendarahan di otak, maka gangguan di otaknya dapat dievaluasi dengan melakukan MRI atau CT scan kepala," katanya.
Baca juga: Pasien Tumor Otak Sukses Jalani Operasi Melalui Operasi Minimal Invasif di Mayapada Hospital Bandung
Jika ingin mendapatkan pemeriksaan pembuluh darah yang terganggu, maka akan menggunakan angiography.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Salah-satu-tindakan-operasi-utk-Penderita-stroke.jpg)