Selasa, 21 April 2026

UPDATE Keracunan Nasi Boks di Cimahi, Ini Makanan yang Jadi Penyebab Ratusan Warga Dirawat

sebanyak 364 orang mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi nasi boks dari acara reses yang digelar di RW 08

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Ravianto
hilman kamaludin/tribun jabar
Pj Wali Kota Cimahi, Dikdik Suratno Nugrahawan saat menjenguk korban keracunan di RSUD Cibabat, Minggu (23/7/2023) malam. 

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Dinas Kesehatan Kota Cimahi meminta pengusaha katering mencantumkan waktu ideal konsumsi pada makanan yang dipesan oleh konsumen setelah terjadi keracunan massal nasi boks dari acara reses anggota DPRD.

Seperti diketahui, sebanyak 364 orang mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi nasi boks dari acara reses yang digelar di RW 08, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, pada 22 Juli 2023.

Berdasarkan hasil pemeriksaan mikrobiologi di Labkesda Jabar, telur balado yang ada di dalam nasi boks tersebut mengandung bakteri Staphylococcus Aureus, sedangkan untuk perkedel jagung mengandung bakteri Salmonella Antericia.

"Kita akan beri imbauan kepada pengusaha katering dan jasa boga di Cimahi agar mencantumkan waktu ideal konsumsi pada nasi boks yang diproduksi," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Mulyati saat dihubungi, Minggu (6/8/2023).

Terkait waktu ideal konsumsi tersebut, kata dia, dibuat keterangan supaya makanan yang diproduksi itu harus dikonsumsi sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

"Misalnya makanan yang diproduksi harus dikonsumsi sebelum jam 12.00 WIB atau atau ada imbauan yang lain supaya konsumen teredukasi," katanya.

Anggota DPRD Kota Cimahi Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Edi Sofyan saat memberikan keterangan soal keracunan.
Anggota DPRD Kota Cimahi Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Edi Sofyan saat memberikan keterangan soal keracunan. (Tribun Jabar/ Hilman Kamaludin)

Menurutnya, hal tersebut perlu dilakukan karena dapat mencegah peristiwa keracunan massal. Sebab, dengan adanya keterangan waktu ideal konsumsi, warga dapat mengetahui potensi makanan itu sudah basi atau tidak.

Selain itu, Mulyati mengklaim selalu rutin melakukan pembinaan terhadap para pelaku usaha katering baik terkait higienitas maupun pemilihan bahan baku yang aman untuk digunakan dalam memproduksi makanan pesanan.

"Biasanya, dalam setahun pembinaan dan edukasi itu dilakukan dua kali ke jasa boga," ucap Mulyati.

Baca juga: Korban Keracunan Nasi Boks di Cimahi Mayoritas Sudah Sembuh, Hanya Tersisa Satu Orang di ICU RS

Tak hanya itu pihaknya juga akan memberikan edukasi soal kemananan pangan karena hal tersebut juga bisa mencegah keracunan akibat makanan akibat bahan baku makanan tidak higienis.

"Dengan adanya peristiwa keracunan, tahun ini kami akan berikan edukasi soal keamanan pangan dan imbauan dalam kemasan terkait waktu ideal konsumsi," katanya.(Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved