Lahirkan Empat Guru Besar Baru, Unisba Kini Miliki 28 Guru Besar
Universitas Islam Indonesia (Unisba) kukuhkan empat orang guru besar baru dari empat fakultas, Sabtu (29/7/2023).
Penulis: Cipta Permana | Editor: Siti Fatimah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Universitas Islam Indonesia (Unisba) kukuhkan empat orang guru besar baru dari empat fakultas, Sabtu (29/7/2023). Keempat guru besar Universitas tersebut yakni Prof. Dr. Ir. Hilwati Hindersah, MURP. dalam bidang Perencanaan Wilayah dan Kota pada Fakultas Teknik Unisba;
Prof. Dr. Ike Junita Triwardhani, S.Sos., M.Si. dalam Bidang Ilmu Komunikasi Pada Fakultas Ilmu Komunikasi Unisba;
Prof. Dr. M. Wildan Bin H. M. Yahya, Drs., M.Pd. dalam Bidang Ilmu Tasawuf Pada Fakultas Dakwah Unisba;
Serta Prof. Dr. Sri Fadilah, S.E., M.Si. Ak.CA., ACPA. dalam Bidang Ilmu Akuntansi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unisba.
Keempat guru besar tersebut dikukuhkan oleh Rektor Unisba, Prof. Dr. H. Edi Setiadi, SH., MH, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia tentang kenaikan jabatan fungsional guru besar Unisba.
Rektor Unisba mengatakan, dengan dikukuhkannya empat orang guru besar ini, maka Unisba total telah memiliki 28 orang guru besar yang tersebar di seluruh fakultas.
"Sebetulnya yang akan dikukuhkan hari ini ada enam orang, akan tetapi yang dua lainnya berhalangan hadir. Dan perlu kami informasikan bahwa sampai akhir tahun ini kami masih menunggu enam SK (surat keputusan) calon guru besar lagi, sehingga tahun ini Unisba berhasil melahirkan 12 orang guru besar," ujarnya usai acara pengukuhan dan orasi ilmiah jabatan guru besar Unisba, di Aula Unisba, Kota Bandung.
Rektor menuturkan, dengan diraihnya jabatan tertinggi di bidang akademik ini, keempat guru besar baru ini memiliki kewenangan dan tanggung jawab yang lebih besar.
Terlebih menurutnya, guru besar adalah maha guru dengan segala kelebihannya. Dan jabatan ini haruslah menjadi cita-cita seluruh dosen di Unisba.
"Dengan lahirnya empat guru besar ini, insya Allah, profil Unisba akan semakin terdongkrak. Sebab peningkatan cacah guru besar mempunyai dimensi institusional, di samping ada harapan personal dari masing-masing," ucapnya.
"Oleh karena itu, dengan kawalan lebih dari dua puluh guru besar, Unisba tentu harus selalu aktif dalam meningkatkan kualitasnya. Para guru besar harus mampu menjalani kiprah konkrit berupa penyelesaian masalah atau pemberi solusi, yang bukan hanya di dalam kampus, namun juga di luar kampus, terutama yang bersentuhan dengan kehidupan masyarakat," lanjutnya.
Ia pun berpesan kepada para guru besar, bahwa menjadi maha guru bukan berarti akhir dari kehidupan akademik.
Namun justru menjadi momentum untuk menyadarkan diri, bahwa dipundak para guru besar inilah tersemat amanah yang sangat besar.
"Unisba tentu akan menunggu para guru besar ini dengan berbagai karya yang dihasilkan. Lakukanlah refleksi setiap saat guna menghasilkan inovasi, sehingga menghasilkan proyek personal yang
bermanfaat. Maha guru tentu saja diharapkan dapat menjadi pencetus, pendorong dan teladan bagi, seluruh civitas akademika," katanya
Dalam kesempatan tersebut, keempat guru besar pun membacakan orasi ilmiahnya masing-masing, yakni Prof. Dr. Ir. Hilwati Hindersah, MURP, dengan judul orasi ilmiah 'Memperjuangkan Kehidupan : Menuju Konsep Infrastuktur Hijau Untuk Pembangunan berkelanjutan'
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Jajaran-guru-besar-Unisba-dalam-sidang-senat.jpg)