Pilpres 2024

Hasil Lembaga Survei Nasional: Prabowo Subianto Teratas, Disusul Ganjar yang Melemah Lalu Anies

Lembaga Survei Nasional (LSN) mengumumkan hasil survei terbaru terkait dinamika elektabilitas tiga calon presiden papan atas menjelang tujuh bulan

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/MUHAMAD NANDRI PRILATAMA
Lembaga Survei Nasional (LSN) mengumumkan hasil survei terbaru terkait dinamika elektabilitas tiga calon presiden papan atas menjelang tujuh bulan menjelang pemilihan umum 2024, melalui zoom virtual, Rabu (26/7/2023). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Lembaga Survei Nasional (LSN) mengumumkan hasil survei terbaru terkait dinamika elektabilitas tiga calon presiden papan atas menjelang tujuh bulan menjelang pemilihan umum 2024.

Nama Prabowo Subianto bercokol paling atas, sedangkan Ganjar Pranowo menunjukkan tren melemah.

Sementara elektabilitas Anies Baswedan, sedikit naik namun tetap berada di juru kunci seandainya pilpres hanya diikuti tiga kandidat.

"Survei ini dilaksanakan pada 10 sampai 19 Juli 2023 di 34 provinsi. Populasi dari survei ini seluruh WNI yang telah berusia minimal 17 tahun (memiliki E-KTP) dengan jumlah responden sebanyak 1420 orang melalui sampel secara acak," kata Direktur Eksekutif LSN, Gema Nusantara Bakry, melalui zoom virtual, Rabu (26/7/2023).

Gema menambahkan, berbagai format pertanyaan dan simulasi, nama Prabowo Subianto selalu terdepan atas Ganjar Pranowo maupun Anies Baswedan.

Baca juga: Elektabilitas Tinggi dan Didukung King Maker, Prabowo – Erick Thohir Kemungkinan Kuat Terwujud

Bahkan, ketika pertanyaan terbuka, sebanyak 28,5 persen secara spontan menyebut nama Prabowo, 17,6 persen menyebut nama Ganjar, dan 13,4 persen untuk Anies Baswedan.

"Ketika kami tanyakan secara tertutup soal 12 tokoh yang disodorkan, maka tetap nama Prabowo Subianto berada di puncak dengan elektabilitas 33,8 persen, disusul Ganjar 20,2 persen, dan Anies 16,4 persen," katanya.

Begitu pun, lanjutnya, ketika dilakukan simulasi pilpres hanya diikuti tiga kandidat saja.

Hasilnya pun nama Prabowo Subianto semakin menguat dengan 40,5 persen, disusul Ganjar 30,8 persen, dan Anies 22,4 persen.

"Salah satu faktor penyebab kenapa tren elektabilitas Prabowo semakin menguat, sedangkan Ganjar cenderung melemah karena faktor endorsment Presiden Joko Widodo," katanya.

"Presiden Jokowi beberapa waktu lalu disebut-sebut berada di dua kaki (Ganjar dan Prabowo). Tapi, kini kedua kaki Jokowi tampak cenderung total mendukung Prabowo," ujar Gema.

Baca juga: Prabowo Subiantor dan Ganjar Pranowo Akrab Duduk Bedampingan, Erick Thohir: Sarapan Pagi Bersama

Tak hanya itu, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Jokowi, kata Gema, teruslah meningkat dalam setahun terakhir.

Sehingga, kondisi ini mengindikasikan capres yang disetujui dan diendorse Jokowi cenderung bakal memperoleh bonus elektabilitas.

"Ada 45,3 persen publik meyakini bahwa presiden Jokowi pada akhirnya akan menjatuhkan dukungannya pada Prabowo," ucap Gema.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved