Senin, 11 Mei 2026

Gerabah Plered Purwakarta Kembali Dipamerkan di KKJ PKJB 2023

Gerabah Plered Purwakarta Kembali Dipamerkan di Karya Kreatif Jawa Barat - Pekan Kerajinan Jawa Barat atau KKJ PKJB 2023

Tayang:
istimewa
Salah seorang perajinkriya keramik khas Plered pada acara Karya Kreatif Jawa Barat - Pekan Kerajinan Jawa Barat (KKJ-PKJB 2023 ) 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Keramik menjadi salah satu potensi unggulan kriya dari Kabupaten Purwakarta, yang berasal dari Kecamatan Plered. Keramik asal Purwakarta lebih dikenal sebagai keramik Plered.

Kini keramik Plered menjadi salah satu objek wisata budaya di Desa Ajun,  Kecamatan Plered. Pada ajang Karya Kreatif Jawa Barat - Pekan Kerajinan Jawa Barat (KKJ-PKJB 2023) yang berlangsung dari hari Jumat-Minggu  (7-9/7/2023), kriya keramik khas Plered ikut ditampilkan oleh Dekranasda Kabupaten Purwakarta.

Produk keramik yang unik menarik minat masyarakat untuk melihat-lihat. Apalagi ada atraksi pembuatan keramik secara langsung yang ditampilkan oleh perajin dari Desa Ajun tersebut.

Baca juga: Pekan Kerajinan Jabar Digelar Lagi, Hadirkan Ratusan Pelaku Usaha Kriya, Ada Fashion Show dari OPD

Perajin tersebut bernama Jujun Junaedi dengan terampil membentuk tanah lempung di atas meja kayu yang berputar atau pottery wheel.

Mengambil segenggam tanah lempung, Jujun kemudian memutar meja dan mulai membentuknya menjadi keramik berbentuk pot bunga ujuran kecil diameter sekitar 15 cm.

Tak butuh waktu lama, bentuk pot bunga pun sudah terlihat.

Tak lebih dari lima menit, pot bunga pun jadi.

"Prosesnya masih panjang. Dari sini lalu dijemur, sesudah kering lalu dibakar dan finishing, sekitar satu minggu prosesnya," ungkap Jujun ditemui di acara KKJ-PKJB, Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (7/7/2023).

Baca juga: Pekan Kerajinan Jabar Digelar Lagi, Hadirkan Ratusan Pelaku Usaha Kriya, Ada Fashion Show dari OPD

Namun dalam sehari ribuan keramik yang siap dijemur berhasil dibuat dari sentra keramik Plered ini.

Menurut Jujun, ada 800 lebih perajin yang berada pada 142 unit usaha pembuatan dan pendukungnya seperti perajin, pengusaha bahan baku hingga usaha penjualan/pemasarannya.

Jujun menuturkan, sentra keramik Plered sudah ada sejak tahun 1904.

Dulu produknya adalah celengan atau patung yang dipakai menjadi tabungan atau kendil.

Kini sudah semakin modern mengikuti minat zaman. Dibuat turun temurun hingga kini memasuki generasi keempat seperti dirinya. Ia belajar secara otodidak.

Baca juga: Yuk Lihat Produk Kreatif dan Kerajinan Jabar Hingga Festival Teh, Digelar 3 Hari di Gedung Sate

Namun demikian, kini semakin banyak pelaku usaha yang sudah ahli dan mau menularkan ilmu pembuatan keramik kepada masyarakat yang berminat.

"Untuk paket belajar dasar perlu 25 hari. Kalau ingin mahir harus belajar tiga bulan," jelasnya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved