Pimpinan Al-Zaytun Indramayu Tidak Kooperatif, Akan Didatangi Langsung Oleh Tim MUI pada 21 Juni
Tim dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat sudah mengirimkan surat ke pimpinan Pondok Pesantren Mahad Al-Zaytun sejak bulan lalu.
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Giri
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tim dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat sudah mengirimkan surat ke pimpinan Pondok Pesantren Al-Zaytun sejak bulan lalu.
Surat tersebut bertujuan untuk menginformasi dugaan adanya ajaran sesat di Pondok Pesantren Al-Zaytun yang berada di Indramayu.
Sekretaris MUI Jabar, Rafani Achyar, mengatakan, tim bentukan MUI Pusat yang beranggotakan perwakilan dari MUI Provinsi Jabar dan Kabupaten Indramayu, itu sudah mengumpulkan data-data terkait Al-Zaytun.
"Jadi, MUI sudah bersurat ke Al-Zaytun untuk melakukan kunjungan, tapi pihak Al-Zaytun-nya tidak kooperatif, jadi tidak bersedia. Alasan tahun ini sedang sibuk. Surat itu dikirim oleh tim MUI Pusat, tapi dari Al-Zaytun dijawabnya oleh sekretaris DMK, bukan oleh pimpinan pondok, coba bayangkan," ujar Rafani, Jumat (16/6/2023).
Baca juga: Polemik Al-zaytun Memantik Demo, Shalom Aleichem Bergema di Gerbang Utama
Baca juga: Demo Ponpes Al Zaytun Indramayu Nihil Hasil, Massa Aksi Ancam Akan Unjuk Rasa ke Kantor Kementerian
Rafani mengatakan, jika pihak Al-Zaytun masih tidak kooperatif, tim MUI akan turun langsung untuk konfirmasi.
"Nanti 21 Juni 2023 tim dari MUI Pusat akan turun, diterima atau tidak, akan turun ke Al-Zaytun," katanya.
Sebelumnya, massa yang mengatasnamakan Forum Indramayu Menggugat melakukan aksi unjuk rasa pada Kamis (15/6/2023). Namun, aksi mereka justru mendapat adangan dari pihak Al-Zaytun sehingga tak bisa mendekat. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Sekretaris-MUI-Jabar-Rafani-Achyar-di-Kantor-MUI-Kota-Bandung-Selasa-252023.jpg)