Menjelang Iduladha, Bakul Sapi di Pangandaran Mulai Kebanjiran Pembeli, Puluhan Ekor Sudah Terjual
Untuk harga sapi tahun ini melonjak tinggi. Karena, kondisi sapi di peternak sekarang langka
Penulis: Padna | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Menjelang lebaran Iduladha, bakul sapi di Pangandaran sumringah karena sapi-sapinya yang dibeli dari peternak banyak yang laku.
Hal itu diungkapkan Rasim, satu bakul sapi terkenal asal Desa Emplak, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran.
"Alhamdulillah, banyak. Sampai sekarang sudah 40 ekor sapi," ujar Rasim dihubungi Tribunjabar.id melalui WhatsApp, Senin (12/6/2023) siang.
Menurutnya, jika dibandingkan tahun sebelumnya waktu ada penyakit mulut dan kuku (PMK) cukup ada perbedaan, hanya tidak terlalu signifikan.
"Karena, sekarang kan musim lato-lato. Tapi, alhamdulilah masih ada peningkatan. Kalau dulu, kan ada PMK, sepi," katanya.
Baca juga: Penyebaran Penyakit Lato-lato Sapi di Cirebon Sulit Terdeteksi, Distan Sebut Karena Faktor Ini
Selain itu, untuk harga tahun ini juga melonjak tinggi. Karena, kondisi sapi di peternak sekarang langka. "Karena, mereka ketakutan ada lato-lato saat berternak sapi," ucap Rasim.
"Saat ini, sapi jantan di kita mulai dari Rp 22 juta sampai Rp 40 juta. Kalau, sapi betina mulai dari Rp 15 juta sampai Rp 28 juta," katanya.
Meskipun harganya cukup tinggi, idul adha tahun sekarang banyak orang yang membeli. Memang, lanjut Ia, sapi di kandang tinggal satu ekor karena sapi lainnya sudah di antar ke Tasikmalaya.
"Karena, orang dari luar Pangandaran juga ada yang pesan buat kurban Idul adha. Yang keluar, mungkin ada sekitar 50 ekor," kata Rasim. *
Tokoh Agama di Pangandaran Imbau Masyarakat Jaga Kondusivitas di Tengah Maraknya Aksi Unjuk Rasa |
![]() |
---|
Polres Pangandaran Cegat Pelajar yang Mau Demo di Jakarta: Tak Ingin Ada yang Terseret |
![]() |
---|
Apes Nasib Maling Motor di Pangandaran, Terjun ke Jurang, Nyaris Diamuk Massa, Ujungnya Ditangkap |
![]() |
---|
Penolakan Keras Warga Pangandaran terhadap Keramba Jaring Apung: Wisata dan Nelayan Lokal Terancam |
![]() |
---|
ITB Ciptakan Sistem Digitalisasi Peternakan, Bisa Beri Makan Ayam Melalui Ponsel |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.