Obat Kangen dan Sepi, Narapidana di Rutan Garut Bisa Lakukan Video Call dengan Keluarga
Rutan Klas IIB Garut kini menyediakan sejumlah fasilitas pendukung bagi para warga binaannya agar bisa membayarkan rindu mereka kepada keluarga.
Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: Hermawan Aksan
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari
TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Menjalani hari demi hari di rumah tahanan memang tidak mudah bagi para warga binaan.
Rasa sepi dan rindu keluarga tercinta jadi sesuatu yang terus menyusupi perasaan mereka.
Rindu yang menyeruak itu terkadang diobati dengan jadwal kunjungan.
Namun tidak sedikit para warga binaan yang jarang mendapat kunjungan keluarga karena berbagai keterbatasan, seperti jarak dan waktu.
Apalagi di masa pembatasan Covid-19 yang lalu, mereka tidak mampu membayarkan rindunya kepada keluarga di rumah, rindu itu terpaksa mereka simpan baik-baik.
Untuk mengobati itu, Rutan Klas IIB Garut kini menyediakan sejumlah fasilitas pendukung bagi para warga binaannya agar bisa membayarkan rindu mereka kepada sanak saudara d rumah.
Fasilitas itu adalah Wartel Suspas, yang bisa menghubungkan komunikasi antara tahanan dengan keluarga.
"Tidak hanya via telepon, kami juga menyediakan fasilitas penunjang lainnya dalam berkomunikasi, yaitu video call," ujar Kepala Rutan Klas IIB Garut, Redy Agian, kepada Tribunjabar.id, Minggu (21/5/2023).
Ia menuturkan, fasilitas komunikasi tersebut tidak dibiarkan bebas begitu saja, tapi diawasi secara penuh oleh petugas untuk mendeteksi percakapan yang menjurus pada penyelundupan dan hal-hal tindak pidana lain.
Selain diawasi oleh petugas, fasilitas Wartel Suspas juga direkam sehingga segala bentuk percakapan tersimpan di dalam data base.
Layanan tersebut menurutnya dipastikan aman untuk lingkungan rumah tahanan.
Para tahanan juga, ucap Redy, diberi waktu dalam menggunakan fasilitas tersebut.
"Kami sediakan ini untuk melayani mereka, jadi tidak ada alasan untuk menyelundupkan handphone."
"Kalau rindu keluarga bisa menggunakan fasilitas Wartel Suspas dan itu gratis," ungkapnya.
AF alias UGD (44), salah satu warga binaan yang rutin menggunakan Wartel Suspas, menyebut fasilitas tersebut cukup untuk mengobati rasa rindu kepada anak dan istrinya di rumah.
"Kalo video call biasa sama anak istri, ya buat mengobati kangen dan ingin tahu kabar mereka," ujarnya.
Ia menuturkan, berkomunikasi dengan keluarga bisa membuatnya lebih tenang.
Keluarganya di rumah juga, menurutnya, harus tahu bahwa ia dalam keadaan baik-baik saja selama menjalani masa tahanan.
"Bukan saya saja yang tenang, tapi mereka juga bisa tenang mengetahui saya baik-baik saja dan sehat di sini," ucapnya. (*)
Hadiah Kemerdekaan, 492 Napi di Lapas Subang Dapat Remisi: 10 orang Langsung Bebas |
![]() |
---|
Gelagat Prada Lucky Namo Sebelum Tewas Disiksa Senior, Ibu Ungkap Curhatan Korban Sempat Video Call |
![]() |
---|
Siasat Napi Kendalikan Prostitusi Anak dari Lapas Cipinang, Rekrut 2 Remaja lewat Telegram |
![]() |
---|
Isi Video Call Terakhir Korban Penembakan di Papua, Diterima Istrinya di Purwakarta Bilang Tak Aman |
![]() |
---|
Kiper Persik Video Call Ciro Alves Cs usai Tahan Imbang Persebaya, Sumringah Persib Bandung Juara |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.