Tragisnya Damkar Sumedang, Datang ke Lokasi Kebakaran Tanpa Mobil Water Cannon, Akhirnya Pakai Ember
Selasa (25/4), saat kebakaran terjadi di Cimalaka, para petugas terpaksa datang tanpa mobil pemadam.
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Ravianto
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Terus dibiarkan mogoknya dua dari lima unit mobil pemadam kebakaran milik Bidang Damkar Sumedang dan UPT Damkar Sumedang Kota nyaris berakhir tragis.
Selasa (25/4), saat kebakaran terjadi di Cimalaka, para petugas terpaksa datang tanpa mobil pemadam.
Alih-alih mempercepat pemadaman api dengan menggunakan Water Cannon seperti yang seharusnya, para petugas akhirnya ikut sibuk menyiram kobaran api menggunakan ember, karena hanya itu yang bisa mereka lakukan.
"Ya bagaimana, mau berangkat tak ada mobil pemadamnya. Sudah enam bulan mogok," kata Danton Damkar Sumedang, Yayat, Rabu (26/4).
Yayat mengatakan selama enam bulan mgok itu, tak ada upaya perbaikan yang dilakukan meski laporan sudah berulang kali mereka layangkan ke pimpinan. Secara organisasi, Pemadam Kebakaran Kabupaten Sumedang merupakan bagian dan berada di bawah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumedang.
"Satu mobil sudah enam bulan rusak di bagian piston. Satu lagi rusak sekitar dua minggu lalu karena selalu overheat (terlampau panas) kalau dipakai," kata Yayat seraya menunjukkan bagian kabin mobil damkar yang mesinnya sudah diturunkan.
Yayat mengatakan, jika ada uang, perbaikannya tak akan membutuhkan waktu lama.
"Perbaikan perlu Rp 30 juta," kata Yayat.
Mobil Damkar di UPT Damkar Sumedang Kota itu, ungkap Yayat, telah dipakai sejak tahun 2003. Sejak pertama dipakai, mobil itu baru sekali turun mesin untuk perbaikan. "Ini kali kedua turun mesin," ujarnya.
Menurut Yayat, perbaikan kedua mobil damkar ini sangat mendesak mengingat fungsinya yang vital.
Terlebih, Damkar bukan hanya bekerja untuk pemadaman api, tapi juga untuk banyak kedaruratan lain, termasuk membersihkan material sisa-sisa longsor.
"Kalau petugas siaga 24 jam. Ada tugas-tugas lain seperti orang minta tolong evakuasi sarang tawon, atau yang jarinya terjepit cincin," ujarnya.
Yayat berharap dua mobil itu segera pulih kembali kondisinya. Sebab, Damkar selalu kelabakan kalau ada peristiwa kebakaran di sekitar kota.
Sejauh ini, hanya tiga unit mobil pemadam yang dapat digunakan. Yakni, Damkar di UPT Damkar Tanjungsari untuk wilayah barat, UPT Damkar Darmaraja untuk daerah timur, dan UPT Damkar Conggeang untuk daerah utara.
"Banget, banget, banget kekurangan. Seluas 26 kecamatan hanya ditanggulangi tiga mobil saja," kata Yayat.
Yayat mengatakan, dari dua mobil damkar yang rusak, hanya satu yang milik UPT Damkar Sumedang. Satu unit lain yang rusak adalah milik Bidang Damkar Sumedang.
"Mudah-mudahan secepatnya bisa diperbaiki. Masyarakat tahunya Damkar itu selalu siap, maka kebutuhan perbaikan ini sangat mendesak," kata Yayat.
Belasan Kebakaran
Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Sumedang mencatat telah terjadi belasan peristiwa kebakaran di Sumedang sepanjang periode 1 Januari hingga April 2023. Mayoritas musibah kebakaran tersebut dipicu akibat korsleting atau hubungan arus pendek listrik.
"Catatan kami, sekitar belasan kejadian kebakaran yang terjadi di Sumedang sepanjang Januari hingga April 2023. Mayoritas penyebabnya akibat korsleting listrik," kata Kepala Bidang Damkar Sumedang, Cece Ruhiyat, Rabu (26/4), melalui sambungan telepon.
Cece mengatakan, mayoritas musibah kebakaran di Sumedang tak dapat tertangani dengan maksimal oleh petugas Damkar lantaran armada pemadam kebakaran kerap terlambat tiba ke lokasi kejadian.
"Sebenarnya malu, apalagi kalau jarak lokasi kejadiannya jauh dari UPT damkar. Saat petugas datang, objek yang terbakar sudah ludes," kataya.
Cece menyebutkan, jumlah armada pemadam kebakaran milik Pemkab Sumedang sebanyak lima unit masih sangat jauh dari memadai, sehingga kerap kewalahan saat menanggulangi kebakaran.
"Sangat kurang," ujarnya. "Jika kebakaran terjadi di wilayah barat (Cimanggung-Jatinangor), kami kerap dibantu oleh Damkar Pemkab Bandung, tetapi saat ada kejadian di wilayah Wado atau wilayah lain, kami kewalahan," tambah Cece.
Tambah Mobil
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumedang, Herman Suryatman, mengatakan anggaran untuk perbaikan mobil pemadam kebakaran yang mogok sebenarnya sudah disiapkan.
"Kami berikan atensi serius. Sudah dianggarkan, bahkan kami anggarkan untuk pembelian satu unit mobil damkar baru," kata Herman di kantor Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Rabu (26/4). "Mudah-mudahan tengah tahun ini segera ada kendaraannya," tambahnya.
Ia mengatakan Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, selalu memberikan atensi khusus pada penanganan bencana, termasuk bencana kebakaran.
"Penanganan bencana sudah dianggarkan di (APBD) perubahan maupun di murni. Saya akan cek ke lapangan, kalau ada kekurangan di perubahan 2023 tambah lagi," katanya.(kiki andriana)
Pemkab Sumedang Ajukan RAPBD Perubahan 2025, Naik Jadi Rp 3 Triliun |
![]() |
---|
2.700 Kasus TBC di Sumedang Sukses Ditangani, Wabup Fajar: Pemerintah Punya PR Edukasi |
![]() |
---|
Kanwil Kemenkum Jabar Harmonisasikan Raperkada Kab. Sumedang Terkait Batas Desa |
![]() |
---|
Kebakaran di Bandung Barat, Api Mengamuk Habisi Rumah Dua Lantai, Kerugian Ratusan Juta Rupiah |
![]() |
---|
Keluarga Pria Tua yang Tewas Terbakar di Saung di Rancakalong Sumedang Menolak Visum, Ini Alasannya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.