Wali Kota Bandung Terjerat OTT
Yana Mulyana Diciduk KPK, Bagaimana Nasib Program Bandung Smart City? Ini Kata Plh Wali Kota Bandung
Ema pun mengaku optimis jika program Bandung Smart City akan berjalan dengan baik terlebih skor terkait program tersebut tinggi
Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pelaksana harian (Plh) Wali Kota Bandung, Ema Sumarna menyampaikan bahwa program Bandung Smart City tetaplah berjalan, meski adanya kasus operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Wali Kota Bandung, Yana Mulyana dan Kepala Dinas Perhubungan, Dadang Darmawan beserta Sekretaris Dishub, Khairul Rizal. Namun, khusus yang kasus Yana Mulyana ini dihentikan.
"Enggak dihentikan ( Bandung Smart City ). Kalau saya APBD (program) tetap berjalan saja, alasan menghentikannya (smart city) apa?" ujarnya, Selasa (18/4/2023) di Balaikota.
Ema mengatakan bahwa program pengadaan CCTV dan jaringan internet khusus terkait kasus yang menjerat Yana Mulyana dihentikan. Sedangkan yang lain tetap berjalan dan harus sesuai dengan aturan yang berlaku.
"Mungkin yang itu yang berkaitan proses hukum saja (dihentikan), yang lain berjalan saja yang penting dilakukan dengan benar," ujarnya.
Ema pun mengaku optimis jika program Bandung Smart City akan berjalan dengan baik terlebih skor terkait program tersebut tinggi. Dia pun meminta seluruh jajaran untuk bekerja dengan baik agar masyarakat terlayani.
Terkait sorotan KPK tentang celah korupsi masih ada pada pengadaan barang dan jasa di sistem e-katalog, Ema mengatakan sistem e-katalog sudahlah baik. Bahkan, dia menegaskan yang terpenting, yaitu pelaksana bisa melaksanakan dengan baik.
Baca juga: Kata Jubir KPK tentang Pengeledahan Ruang Kerja Wali Kota Yana Mulyana dan Gedung ATCS di Balai Kota
"Siapa pun itu jajaran lakukan dengan baik. Saya tidak menuduh itu tidak baik, tapi ternyata ada celah-celah itu yang menjadi pekerjaan rumah bersama untuk diperbaiki. e-katalognya secara aturan sudah sesuai dan baik," ucapnya.
Dia mengaku belum mengetahui secara pasti apakah program pengadaan CCTV dan jaringan internet yang bermasalah sudah terealisasi atau belum. Pasalnya, Ema mengaku belum mendapatkan informasi terbaru.
"E-katalog jangan dikambinghitamkan. Ini kan masalah implementasinya yang harus dilaksanakan dengan integritas baik, tindakan baik, dan ketentuan yang benar," ujarnya.(*)
Baca juga: KPK Bawa Tiga Koper dari Ruang Kerja Wali Kota Bandung Yana Mulyana, Ema Sumarna: Saya Tak Tahu
Wali Kota Bandung
Ema Sumarna
Yana Mulyana
operasi tangkap tangan (OTT)
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
Dadang Darmawan
Khairul Rizal
Bandung Smart City
APBD
pengadaan CCTV
Penyuap Yana Mulyana Keukeuh Uang yang Diberikan Itu CSR, Hakim Yakin untuk Pelicin Dapat Proyek ISP |
![]() |
---|
Saksi Suap Pengadaan CCTV dan ISP Pemkot Bandung Sebut DPRD Paling Banyak Dapatkan Fee Proyek |
![]() |
---|
KPK Geledah Sejumlah Lokasi di Bandung, Ali Fikri: Kami Amankan Dokumen dan Barang Bukti Elektronik |
![]() |
---|
Terkait Pemeriksaan KPK, Dua Perempuan Berseragam Dishub Tinggalkan Kantor PUPR Bandung, Ini Katanya |
![]() |
---|
KPK Periksa Sekda Kota Bandung, Kadiskominfo dan Politisi PDIP Atas Kasus Suap Yana Mulyana |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.