Rabu, 22 April 2026

Pembangunan Gedung Pencak Silat Senilai Rp 30 Miliar di Sumedang Dimulai, Target Rampung September

Pembangunan gedung pencak silat ini sebagai bentuk keseriusan Pemprov Jabar dalam melestarikan warisan budaya takbenda (WBTb) yang ditetapkan UNESCO

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Seli Andina Miranti
Istimewa
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil usai meletakan batu pertama pembangunan gedung pencak silat di kawasan Bumi Perkemahan Kiarapayung, Kecamatan Sukasari, Sumedang, Senin (10/4/2023). 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Kiki Andriana dari Sumedang

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan pembangunan Gedung Pencak Silat di kawasan Bumi Perkemahan Kiarapayung, Kecamatan Sukasari, Sumedang, resmi dimulai.

Peletakan batu pertama (grounbreaking) yang dilakukan pada Senin (10/4/2023) menjadi tanda dimulainya pembangunan gedung yang menghabiskan anggaran senilai Rp 30 miliar ini.

Ridwan Kamil mengatakan, anggaran untuk pengembangan gedung pencak silat ini akan dilakukan melalui dua tahapan.

Menurut Ridwan Kamil, tahap pertama dianggarkan sebesar Rp 26 miliar, dan sisanya dianggarkan pada tahap kedua.

Baca juga: Ridwan Kamil Minta DKM Cek QR Code untuk Infaq, Jangan Sampai Masuk Rekening Penjahat

"Pembangunan gedung pencak silat ini ditargetkan rampung September 2023, mendatang," kata Ridwan Kamil kepada sejumlah wartawan.

Ridwan Kamil menyebutkan, pembangunan gedung pencak silat ini sebagai bentuk keseriusan Pemprov Jabar dalam melestarikan warisan budaya takbenda (WBTb) yang ditetapkan UNESCO pada 2019 silam. Terlebih, Jawa Barat dikenal sebagai gudang atlet pencak silat level dunia.

"Dibangunnya gedung ini, saya berharap seni bela diri tradisional pencak silat bisa memengaruhi budaya dunia," ucapnya.

Ridwan Kamil menjelaskan, pencak silat tidaklah sama dengan olahraga beladiri lainnya. Setidaknya ada lima yang jadi pembeda. Pertama, ada beladirinya. Kedua, ada seni tari ibing. Ketiga ada musik kendang penca. Keempat, keberagaman fashion atau pakaian khas di masing-masing daerah. Dan kelima terdapat filosofi berjiwa kesatria yang taat beragama.

"Kita berharap seperti Korea yang bisa memengaruhi budaya dunia melalui film dan musik. Indonesia juga bisa mempengaruhi dunia dengan budaya beladiri pencak silatnya. Tidak hanya bela dirinya tapi ada juga musikalitasnya melalu kendang penca, dari tarian ibingnya, dari fashion adi busananya, dan juga dari filosofi hidupnya," katanya

Ia berharap pembangunan gedung pencak silat yang dibangun di area bumi perkemahan ini bisa selesai tepat waktu. Sehingga, bisa segera dimanfaatkan warga Jawa Barat yang terkenal sebagai gudangnya atlet pencak silat.

"Mudah-mudahan selesai tepat waktu, sehingga Jawa Barat sebagai gudang pesilat-pesilat yang juara dunia dan berhasil juara PON, bisa punya tempat yang sangat istimewa," ujarnya.

Selain itu, Ridwan Kamil pun berharap gedung pencak silat ini ramai dengan melahirkan turunan turun ekosistem budaya Sunda yang dimotori pencak silat. Misalnya, seni angklung dan jaipong.

"Pokoknya ramai dengan cabang-cabang kebudayaan dalam ekosistem pencak silat sebagai rumah utamanya," kata Emil

Ridwan Kamil juga mengatakan, akan menjadi sebuah kebanggaan dan mimpi besarnya, suatu hari kejuaraan dunia pencak silat bisa diselenggarakan di tempat ini.

"Kita akan semaksimal mungkin fasilitasi seusai standar dunia di tempat yang tempatnya sendiri sudah sangat-sangat istimewa," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved