Viral di Media Sosial

Viral Pasien Radang Otak Diduga Ditolak RS Banyumas karena Pakai BPJS, Bayar Langsung Baru Ditangani

Kisah seorang keluarga pasien radang otak pengguna BPJS viral setelah adiknya mendapatkan perlakuan yang diduga tak wajar dari rumah sakit di Banyumas

Penulis: Rheina Sukmawati | Editor: Rheina Sukmawati
Twitter @meysetiawati
Tangkap layar unggahan akun @meysetiawati yang menceritakan kisahnya dalam merawat adiknya dan diduga mendapat pelayanan kurang baik di beberapa rumah sakit di Banyumas, Kamis (9/3/2023). Cerita tersebut viral di media sosial. 

Lima hari di ruang rawat inap, perawat RSUD tersebut mengatakan bahwa GR bisa pulang keesokan harinya.

Hal tersebut membuat Mei dan keluarga bingung, pasalnya ia tidak yakin dengan kondisi yang tengah dialami oleh sang adik.

Keesokan harinya, Mei mendapatkan cara merawat pasien radang otak dari dokter.

Namun Mei tidak yakin karena kondisi adiknya yang masih belum bisa bergerak dan berharap GR masih bisa dirawat di RSUD tersebut agar bisa mendapatkan pantauan medis secara langsung.

Setelah mencoba mengajukan perpanjangan waktu perawatan, pihak RSUD menolak dengan alasan kondisi GR yang sudah dinyatakan membaik.

Pihak keluarga juga sempat mendesak RSUD B untuk membuat rujukan ke RS Margono (faskes III), namun ditolak dengan alasan belum tentu diterima.

Baca juga: Sudah 22 Hari Berlalu, Bupati Subang dan Dirut RSUD Subang Melayat ke Rumah Duka Kurnaesih

Setelah itu, Mey menjelaskan bahwa pihak keluarga mendatangi RS H untuk melanjutkan perawatan GR.

Namun RS H diduga menolak dengan alasan ruang ICU sudah penuh, kemudian RS H bisa menerima apabila keluarga tidak menggunakan BPJS.

Menerima kekecewaan itu, Mei dan keluarga terpaksa harus merawat adiknya di rumah dengan kondisi serba pas-pasan.

Hingga akhirnya keluarga mendapatkan bantuan dari Dinas Sosial Banyumas serta tim relawan yang membawa GR ke RS Margono.

Dari RS Margono, GR dipindahkan ke HCU RS Geriarti Purwokerto sampai akhirnya bisa dipindahkan lagi ke ruang rawat inap.

Saat ditemuhi tim Tribun Network, suami pemilik akun @meysetiawati, Nizar (31) mengkonfirmasi bahwa hal itu dialami oleh keluarganya.

Menurut Nizar, sang istri ingin membagikan kisah memperjuangkan pengobatan adiknya selama ini.

"Ingin menulis cerita itu di twitter lantaran ingin berbagi pengalaman perjuangan keluarganya saja, supaya pasien dapat pelayanan yang baik," katanya saat ditemui dikutip dari TribunMuria.com pada Jumat (10/3/2023).

Meski demikian, pihak Kepala Dinas Kesehatan Banyumas enggan berkomentar saat ditemui oleh wartawan Tribun Network terkait dengan cerita tersebut.

Baca berita Tribunjabar.id lainnya di Google News.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved