Kamis, 23 April 2026

Ini Kisah Ibu Muda Asal Cianjur yang Berhasil Lepas dari Jeratan Utang Online dalam Waktu Setahun

"Jangan kira pinjol  sepele, hati-hati mental kita bisa rusak karena dicaci maki orang, data kita disebar. Terbayang kan tertekannya"

Penulis: Nappisah | Editor: Adityas Annas Azhari
Tribun Jabar/Nappisah
Rika Nurul Alam, asal Cianjur berbagi kisah keluar dari jeratan utang online seperti arisan dan pinjol dalam acara Camp Bebas Riba di Bandung, Minggu (26/2/2023). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Utang kerap menjadi persoalan serius yang terjadi di masyarakat. Hal tersebut dirasakan oleh ibu muda asal Kabupaten Cianjur, Rika Nurul Alam.

Rika terjerat utang dari Rp 300 juta mulai dari arisan online, berbagai pinjaman online, maupun berutang kepada individu.

Ia pun tanpa sengaja pada 2019 melihat di media sosial ada komunitas yang mengajarkan untuk membuat seseorang bisa lepas dari jeratan utang riba. Komunitas itu bernama Camp Bebas Riba (CBR) Indonesia.

Pada saat itu kondisi mental dan psikisnya mulai terganggu, lantaran ancaman dari debt collector maupun identitas pribadi yang akan disebar.

Rika Nurul Alam, asal Cianjur berbagi kisah keluar dari jeratan utang online seperti arisan dan pinjol dalam acara Camp Bebas Riba di Bandung, Minggu (26/2/2023).
Rika Nurul Alam, asal Cianjur berbagi kisah keluar dari jeratan utang online seperti arisan dan pinjol dalam acara Camp Bebas Riba di Bandung, Minggu (26/2/2023). (TribunJabar/Nappisah)

"Awal mula, saya ikut camp di Temanggung, satu minggu sebelum berangkat saya tidak punya uang. Pengorbanan suami saya jual handphone buat ongkos ke sana,” ujarnya saat memberikan testimoni pada acara Camp Bebas Riba ke-25 di Idea's Hotel Jalan Ibrahim Adjie, Kota Bandung, Minggu (25/2/2023).

Karena ingin mendapat ilmu, ia nekat mengikuti acara di Jawa Tengah tersebut, jauh dari rumahnya yang berada di Cianjur.

“Ternyata utang saya Rp 300 juta tidak ada apa-apanya, banyak teman-teman di camp utangnya sampai miliaran," ujarnya, kepada Tribunjabar.id.

Baca juga: Sejumlah Korban Arisan Online Geruduk Resepsi Pernikahan Terduga Pelaku Sambil Bawa Karangan Bunga

Ia sempat terheran, kenapa para peserta yang memiliki utang banyak terlihat santai, padahal Rika yang punya utang Rp 300 juta merasakan stres berkepanjangan.

"Setiap motor yang lewat depan rumah saya deg-degan takut debt kolektor, apalagi pinjol waktu itu gencar menelepon saya," ujarnya.

Rika yang pegawai di salah satu perusahaan BUMN itu mengakui punya predikat baik selama lima tahun ia bekerja di BUMN tersebut. Namun karena sekitar tahun 2018-2019 ia terjerat utang riba, salah satunya arisan online, ia pun merasa tidak enak bekerja di perusahaan itu.

Baca juga: Tersangka Arisan Online di Karawang Bertambah Dua, Ini Peran Mereka Hingga Ada yang Setor Rp 1 M

"Ini karena ada beberapa telepon berupa ancaman kepada perusahaan tempat saya bekerja," ujarnya.

Akhirnya, ia memutuskan untuk move on, keluar dari pekerjaanya setelah ia mengikuti pelatihan di Camp Bebas Riba itu.

Rika memutuskan untuk disiplin diri, memisahkan antara kebutuhan dan keinginan, dan menguatkan mental dalam menghadapi cebt collector. Ia pun berdisiplin dengan membuat beberapa celengan untuk membayar utang dan memenuhi kebutuhan yang penting saja.

"Saya lakukan disiplin selama satu tahun dan alhamdulillah berhasil," ujarnya.

Baca juga: Penipuan Modus Arisan Online Kembali Makan Korban, Puluhan Orang Tertipu, Rugi hingga Rp 1 Miliar

Rika menuturkan, ia mendapat ilmu dari CBR, bahwasanya keluarga adalah magnet rezeki. Setiap menjelang tidur malam meminta maaf kepada suami.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved