Masyarakat Bekasi Menyambut Gembira Pembangunan MRT East-West
Masyarakat menyambut gembira rencana pembangunan Angkutan Umum Massal Perkotaan Koridor Barat-Timur (MRT East-West)
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Siti Fatimah
TRIBUNJABAR.ID, BEKASI - Masyarakat Bekasi menyambut gembira rencana pembangunan Angkutan Umum Massal Perkotaan Koridor Barat-Timur (MRT East-West) yang akan menghubungkan Jakarta, Tangerang, dan Bekasi.
Mereka berharap proyek ini segera terealisasikan sehingga masyarakat segera menikmati manfaatnya.
Warga Cikarang, Kabupaten Bekasi, Fitriyanto, mengatakan MRT ini akan menjadi opsi baru bagi warga Bekasi untuk bertransportasi ke Jakarta atau Tangerang.
Ia mengatakan MRT akan membantu moda transportasi lainnya seperti kereta yang selama ini menjadi andalan warga Bekasi.
"Pastinya MRT ini akan mempermudah kami ke Jakarta atau sebaliknya. Jadi tidak hanya fokus di kereta yang sudah ada yang sudah sangat berdesakan, kita bisa pilih juga MRT. Pastinya akan sangat berguna karena ini yang selama ini masyarakat harapkan," kata Fitriyanto di Bekasi, Selasa (21/2/2023).
Ia mengatakan warga daerah sekitar Jakarta selama ini sangat mengandalkan transportasi massal.
Ia berharap harga tiket MRT pun dapat terjangkau sehingga bisa dimanfaatkan semua kalangan.
"Saya gembira tentu saja. Saya harap tarif MRT bisa untuk semua kalangan. Cepat-cepatlah dibangunnya karena warga sudah sangat membutuhkan. Supaya kepadatan di kereta bisa terpecah ke MRT," tuturnya.
Warga Bekasi Timur, Kota Bekasi, Nur Fidhiah Shabrina, mengatakan bahwa kehadiran MRT di Bekasi akan menjadi solusi baru warga yang selama ini beraktivitas di Jakarta atau Tangerang.
Dengan demikian, kemacetan lalu lintas di jalan raya pun dapat berkurang.
"Jadi orang-orang yang tinggal mepet-mepet Jakarta kayak Bekasi bisa beralih ke transportasi massal. Idenya sudah bagus, tapi mungkin konsepnya harus bener-bener matang. Karena Bekasi aku ngerasanya udah padat banget, duk-dek ke mana-mana," katanya.
Ia merinci bahwa pembangunan stasiun MRT dan konektivitas dengan moda transportasi lainnya harus terencana dengan baik, memanfaatkan keterbatasan lahan di Bekasi.
Jangan sampai, kata Shabrina, MRT menimbulkan pusat kemacetan baru.
"Saran saya, untuk parkir kendaraan pribadi harus murah di stasiun, dan aksesnya gampang. Misal naik ojek online, enak turun bisa langsung di depan stasiun misalnya, atau parkirannya kayak stasiun kereta api," tuturnya.
Warga Jatiasih, Kota Bekasi, Mira Taha, mengatakan angkutan umum dari berbagai titik di Kota Bekasi harus dibuat terintegrasi dengan stasiun MRT.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/kesepakatan-pembangunan-mrt.jpg)