Selasa, 21 April 2026

Doa dan Tabur Bunga, Ritual Sakral Warga Adat Cireundeu Kenang Longsor Sampah TPA Leuwigajah

"Dulu ada konsep yang tidak dilakukan dengan benar oleh pengelola TPA ini, di sini dulu banyak kesalahan dalam mengelola sampah"

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Adityas Annas Azhari
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
sejumlah tokoh Kampung Adat Cireundeu mengiringi tabur bunga untuk memperingati tragedi longsor sampah di tempat penampungan akhir (TPA) Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi 

Kini setelah 18 tahun kejadian kelam itu berlalu, eks TPA Leuwigajah tersebut sudah menjadi lahan hijau yang bermanfaat bagi warga sekitar karena dijadikan lahan pertanian seperti ditanam singkong dan sebagianya.

"Tapi belum ada langkah dari pemerintah lahan ini akan dijadikan apa, ini sangat disayangkan walaupun saat ini sudah banyak manfaat karena digarap oleh petani, jadi ada perekonomian yang berjalan disini," kata Abah Widi.

sejumlah tokoh Kampung Adat Cireundeu mengiringi tabur bunga untuk memperingati tragedi longsor sampah di tempat penampungan akhir (TPA) Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi
sejumlah tokoh Kampung Adat Cireundeu mengiringi tabur bunga untuk memperingati tragedi longsor sampah di tempat penampungan akhir (TPA) Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi (Tribun Jabar/Hilman Kamaludin)

Pihaknya akan mendukung apapun langkah pemerintah dalam mengelola lahan eks TPA Leuwigajah ini asalkan keputusannya dan konsep yang akan diterapkan bisa ada manfaat bagi kehidupan dan ekonomi warga sekitar.

Baca juga: Murid SDN Argasari Kota Tasikmalaya Mengungsi ke Musala Sekolah Jika Bau Sampah dari TPS Menyengat

"Warga Kampung Cireundeu ini ada cerita manut ke ratu raja rarangeuyan. Jadi, kami akan manut ke pemerintah asalkan konsepnya menguntungkan bagi masyarakat," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved